<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://bektipatria.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bektipatria.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 14:27:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bektipatria.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/29eb182eda48cacbc007fa3381ca93bf?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title></title>
		<link>http://bektipatria.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bektipatria.wordpress.com/osd.xml" title="" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bektipatria.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menciptakan Pembelajaran Puisi yang Menarik</title>
		<link>http://bektipatria.wordpress.com/2012/01/23/menciptakan-pembelajaran-puisi-yang-menarik/</link>
		<comments>http://bektipatria.wordpress.com/2012/01/23/menciptakan-pembelajaran-puisi-yang-menarik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 07:04:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bekti Patria</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesastraan]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bektipatria.wordpress.com/?p=1829</guid>
		<description><![CDATA[Apresiasi puisi merupakan bagian yang tidak dapat dilepaskan dari pengajaran bahasa dan sastra Indonesia di SMA. Namun, kenyataan di lapangan, kegiatan ini sering menemui berbagai kendala, baik dari pihak guru maupun siswa. Guru yang tidak menyukai sastra cenderung menghindari pembelajaran apresiasi puisi ini. Kalau pun mau mengajarkan, mereka akan mengajarkannya dengan sepintas lalu, dengan cara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bektipatria.wordpress.com&amp;blog=9267435&amp;post=1829&amp;subd=bektipatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://bektipatria.files.wordpress.com/2012/01/rendra-baca-puisi.jpg"><img class=" wp-image-1837 alignleft" title="rendra baca puisi" src="http://bektipatria.files.wordpress.com/2012/01/rendra-baca-puisi.jpg?w=294&#038;h=191" alt="" width="294" height="191" /></a><a href="http://bektipatria.files.wordpress.com/2012/01/taufikismailpuisi.jpg"><img class="wp-image-1838 alignleft" title="Penyair Taufik Ismail membawakan puisinya di Gedung Kesenian Jakarta, Selasa (16/12)." src="http://bektipatria.files.wordpress.com/2012/01/taufikismailpuisi.jpg?w=295&#038;h=191" alt="" width="295" height="191" /></a>Apresiasi puisi merupakan bagian yang tidak dapat dilepaskan dari pengajaran bahasa dan sastra Indonesia di SMA. Namun, kenyataan di lapangan, kegiatan ini sering menemui berbagai kendala, baik dari pihak guru maupun siswa. Guru yang tidak menyukai sastra cenderung menghindari pembelajaran apresiasi puisi ini. Kalau pun mau mengajarkan, mereka akan mengajarkannya dengan sepintas lalu, dengan cara ala kadarnya, sehingga tidak menarik dan terasa sangat membosankan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara itu, tak jauh beda pula bila ditilik dari sisi siswa. Bukan rahasia lagi, di dalam kelas masih banyak (tidak semua) siswa yang kurang suka pada puisi. Siswa seringkali sudah apriori ketika mendengar kata ’puisi’. Mereka menganggap bahwa puisi itu sesuatu yang sulit untuk dipelajari. Dalam kegiatan apresiasi puisi, banyak siswa yang merasa akan dihadapkan pada sebuah pekerjaan berat yang sering  menimbulkan rasa was-was, bimbang, ragu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kondisi semacam ini bila dibiarkan tentu akan semakin menjauhkan siswa dari puisi. Padahal, kegiatan apresiasi sastra – termasuk puisi – sangat bermanfaat untuk memperkaya jiwa penikmatnya. Bukankah dalam puisi sering dijumpai banyak hal? Mulai hal-hal yang berkaitan dengan religiusitas, sosial, politik, moral, dan masih banyak lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemegang kunci utama untuk memperbaiki kondisi ini tentu saja guru. Guru harus mau berupaya untuk menciptakan pembelajaran puisi yang menarik. Guru harus berani melakukan inovasi pembelajaran. Selama ini, guru bahasa Indonesia di sekolah dalam pelaksanaan pembelajaran sastra – termasuk puisi &#8211; terlalu berorientasi pada teori. Jalannya pembelajaran sangat teoretis sehingga produknya adalah membosankan<em>.</em> Apresiasi sebagai titik berat pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia pun sering diabaikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk menciptakan pembelajaran puisi yang menarik adalah dengan memanfaatkan teknologi. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengalami revolusi yang sangat cepat. Dalam bidang pendidikan, perubahan-perubahan ini menjadi salah satu modal penting penyelenggaraan kegiatan pendidikan yang lebih efisien dan efektif. Dalam hal ini, pendekatan teknologis menjadi bagian yang penting dan tidak dapat dipisahkan dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran. Sekolah-sekolah pun terus berupaya melengkapi fasilitas yang terkait dengan perkembangan teknologi ini. Misalnya, laboratorium bahasa, LCD Proyektor, jaringan internet dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan potensi yang dimiliki sekolah, guru dapat menyajikan pembelajaran yang menarik melalui pembelajaran berbasis TIK. Misalnya, dengan menampilkan video musikalisasi puisi atau pun video pembacaan puisi dari para sastrawan yang banyak ditemukan dan dapat diunduh dari internet. Selama ini, mungkin siswa hanya mendengar nama dan membaca karya-karya sastrawan Taufik Ismail, W.S. Rendra, Emha Ainun Nadjib, dan kawan-kawan dari buku yang siswa baca. Dengan bantuan teknologi, guru dapat menghadirkan sastrawan-sastrawan tersebut ke ruang kelas. Bagaimana wajah penyair-penyair besar tersebut dan bagaimana mereka membacakan puisi-puisi yang mereka cipta.</p>
<p style="text-align:justify;">Menyimak pembacaan puisi maupun musikalisasi puisi melalui video ini tentu lebih menarik bagi siswa dibandingkan dengan hanya membaca buku teks. Melalui video, siswa lebih mudah menangkap pesan puisi. Sebab video seringkali dilengkapi dengan suara dan gambar. Di samping itu, siswa juga memperoleh pengalaman belajar yang baru. Tidak hanya mendengarkan guru ceramah di depan kelas. Bila siswa sudah tertarik, maka guru dapat lebih mudah menyampaikan inti dari pembelajaran puisi sehingga sasaran utama pembelajaran apresiasi sastra sebagai wahana memperkaya jiwa dapat tercapai. Selamat mencoba.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut ini contoh-contoh video puisi yang saya buat dengan <em>movie maker</em>. Video ini mencoba menggabungkan MP3 musikalisasi puisi yang sudah ada dengan slide gambar dan teks.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1829"></span></p>
<p>Musikalisasi puisi Taufik Ismail &#8220;<strong>Dengan Puisi Aku</strong>&#8221; dan puisi Sapardi Djoko Damono &#8220;<strong>Hatiku Selembar Daun</strong>&#8220;. Untuk mengunduhnya silakan klik pada gambar.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.4shared.com/rar/F4pTQFBV/dengan_puisi_aku_bektipatria.html"><img title="dengan puisi aku-bektipatria" src="http://bektipatria.files.wordpress.com/2012/01/dengan-puisi-aku.png?w=281&#038;h=211" alt="" width="281" height="211" /></a><a href="http://www.4shared.com/rar/9QytOh1U/hatikuselembardaun_bektipatria.html"><img title="hatiku selembar daun - bekti patria" src="http://bektipatria.files.wordpress.com/2012/01/hatiku-selembar-daun.png?w=277&#038;h=212" alt="" width="277" height="212" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">dan berikut ini video sastrawan baca puisi serta video musikalisasi puisi yang dapat Anda ambil dari youtube.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://bektipatria.wordpress.com/2012/01/23/menciptakan-pembelajaran-puisi-yang-menarik/"><img src="http://img.youtube.com/vi/r8iX56LqLpI/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://bektipatria.wordpress.com/2012/01/23/menciptakan-pembelajaran-puisi-yang-menarik/"><img src="http://img.youtube.com/vi/OksVnwYCK8c/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://bektipatria.wordpress.com/2012/01/23/menciptakan-pembelajaran-puisi-yang-menarik/"><img src="http://img.youtube.com/vi/Nqc2pZhRQ-Y/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://bektipatria.wordpress.com/2012/01/23/menciptakan-pembelajaran-puisi-yang-menarik/"><img src="http://img.youtube.com/vi/cttd8d-Dh8o/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<br />Filed under: <a href='http://bektipatria.wordpress.com/category/kesastraan/'>kesastraan</a> Tagged: <a href='http://bektipatria.wordpress.com/tag/pembelajaran-puisi/'>pembelajaran puisi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bektipatria.wordpress.com/1829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bektipatria.wordpress.com/1829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bektipatria.wordpress.com/1829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bektipatria.wordpress.com/1829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bektipatria.wordpress.com/1829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bektipatria.wordpress.com/1829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bektipatria.wordpress.com/1829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bektipatria.wordpress.com/1829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bektipatria.wordpress.com/1829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bektipatria.wordpress.com/1829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bektipatria.wordpress.com/1829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bektipatria.wordpress.com/1829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bektipatria.wordpress.com/1829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bektipatria.wordpress.com/1829/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bektipatria.wordpress.com&amp;blog=9267435&amp;post=1829&amp;subd=bektipatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bektipatria.wordpress.com/2012/01/23/menciptakan-pembelajaran-puisi-yang-menarik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3840d8d7b73937f371bd60ef1786c1e?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">SERAMBI BAHASA DAN SASTRA BUDAYA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bektipatria.files.wordpress.com/2012/01/rendra-baca-puisi.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">rendra baca puisi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bektipatria.files.wordpress.com/2012/01/taufikismailpuisi.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Penyair Taufik Ismail membawakan puisinya di Gedung Kesenian Jakarta, Selasa (16/12).</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bektipatria.files.wordpress.com/2012/01/dengan-puisi-aku.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">dengan puisi aku-bektipatria</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bektipatria.files.wordpress.com/2012/01/hatiku-selembar-daun.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">hatiku selembar daun - bekti patria</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nilai-nilai Lokal yang Kian Tergerus Zaman</title>
		<link>http://bektipatria.wordpress.com/2012/01/12/nilai-nilai-lokal-yang-kian-tergerus-zaman/</link>
		<comments>http://bektipatria.wordpress.com/2012/01/12/nilai-nilai-lokal-yang-kian-tergerus-zaman/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 14:33:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bekti Patria</dc:creator>
				<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[nilai-nilai lokal]]></category>
		<category><![CDATA[pengaruh global]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bektipatria.wordpress.com/?p=1810</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan zaman dewasa ini membawa pengaruh besar bagi kehidupan manusia. Kemajuan teknologi informasi menjadikan dunia seolah nyaris tanpa batas. Peristiwa yang terjadi di suatu tempat, dalam waktu beberapa detik sudah dapat diketahui di belahan tempat lain yang jaraknya ribuan kilometer bahkan lebih. Demikian pula budaya dan pengaruh-pengaruh dari suatu negara dapat dengan mudah masuk ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bektipatria.wordpress.com&amp;blog=9267435&amp;post=1810&amp;subd=bektipatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://bektipatria.files.wordpress.com/2012/01/images.jpg"><img class=" wp-image-1811 alignleft" title="images" src="http://bektipatria.files.wordpress.com/2012/01/images.jpg?w=315&#038;h=207" alt="" width="315" height="207" /></a>Perkembangan zaman dewasa ini membawa pengaruh besar bagi kehidupan manusia. Kemajuan teknologi informasi menjadikan dunia seolah nyaris tanpa batas. Peristiwa yang terjadi di suatu tempat, dalam waktu beberapa detik sudah dapat diketahui di belahan tempat lain yang jaraknya ribuan kilometer bahkan lebih. Demikian pula budaya dan pengaruh-pengaruh dari suatu negara dapat dengan mudah masuk ke negara lain. Tak terkecuali Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbagai pengaruh global, melalui berbagai media informasi masuk ke Indonesia dan mempengaruhi kehidupan kita tanpa mampu kita hambat, baik positif maupun negatif. Pengaruh luar tersebut jika dibiarkan tanpa kendali akan menggusur nilai budaya setempat atau lokal, yang pada akhirnya bukan tidak mungkin menjadi hilang dari permukaan bumi.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenyataan yang dapat kita lihat sebagai akibat dari semakin tergerusnya nilai budaya setempat atau lokal adalah posisinya yang semakin terpinggirkan, terutama di mata generasi muda. Masyarakat Indonesia menganggap nilai budaya tradisional adalah sesuatu yang kuno dan ketinggalan zaman serta sudah tidak mampu untuk bersaing di tengah-tengah persaingan global. Masyarakat Indonesia menganggap bahwa segala sesuatu yang datang dari luar adalah lebih baik dan harus diikuti bahkan dijadikan pegangan hidup sehari-hari. Mulai dari makanan, pakaian, bahasa, pemberian nama, cara bergaul, model rambut, dan masih banyak lagi gaya hidup luar yang diserap habis-habisan oleh masyarakat Indonesia. Padahal, dalam kenyataannya tidak semua nilai dari luar tersebut positif, tetapi banyak pula nilai-nilai luar yang negatif dan bertentangan dengan norma dan nilai budaya lokal. Parahnya, budaya negatif inilah yang mudah dan banyak ditiru oleh masyarakat Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Penggerusan nilai budaya setempat atau lokal dapat kita lihat dari semakin menggejalanya budaya negatif yang terjadi di tengah masyarakat, terutama di kalangan generasi muda, diantaranya :</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1.   Hilangnya budaya musyawarah dalam penyelesaian masalah. </strong>Perilaku kekerasan dan pengrusakan seolah sudah menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Pengrusakan dan penjarahan terhadap hak orang lain seolah menjadi bagian yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sebagian kelompok masyarakat dalam melampiaskan kekesalannya, bahkan tidak sedikit nyawa orang lain jadi sasaran. <strong>Musyawarah</strong> yang merupakan nilai budaya lokal yang dulu sering digunakan masyarakat untuk menyelesaikan masalah kian ditinggalkan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2.   Menurunnya  rasa  bangga  dan  rasa  memiliki  terhadap lingkungan tempat dimana mereka tumbuh dan berkembang. </strong>Perilaku ini tampak dari menurunnya rasa peduli sebagian masyrakat kita terhadap lingkungan sekitar. Pada diri mereka tumbuh anggapan bahwa sesuatu yang datang dari luar lebih baik, sedangkan nilai budaya yang ada di lingkungannya dianggap ketinggalan zaman.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3.   Semakin  melunturnya   semangat  kebersamaan  dan  gotong   royong  pada masyarakat </strong>karena semakin tergeser oleh nilai individualis dan nilai materialis. Segala sesuatu diukur dengan ukuran materi atau uang.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenyataan tersebut hendaknya menyadarkan kita akan pentingnya mentransformasikan nilai-nilai budaya lokal kepada generasi berikutnya agar nilai-nilai tersebut tidak menguap ditiup oleh perkembangan zaman. Kita tentu tidak ingin nilai-nilai budaya lokal yang positif tersebut hilang ditelan zaman. Upaya melestaraikan nilai-nilai budaya lokal tentu saja menjadi pekerjaan rumah kita bersama bila menginginkan keberlangsungan nilai-nilai luhur bangsa ini tetap ada. Salam##.</p>
<br />Filed under: <a href='http://bektipatria.wordpress.com/category/pendidikan/'>pendidikan</a> Tagged: <a href='http://bektipatria.wordpress.com/tag/budaya/'>budaya</a>, <a href='http://bektipatria.wordpress.com/tag/nilai-nilai-lokal/'>nilai-nilai lokal</a>, <a href='http://bektipatria.wordpress.com/tag/pengaruh-global/'>pengaruh global</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bektipatria.wordpress.com/1810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bektipatria.wordpress.com/1810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bektipatria.wordpress.com/1810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bektipatria.wordpress.com/1810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bektipatria.wordpress.com/1810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bektipatria.wordpress.com/1810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bektipatria.wordpress.com/1810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bektipatria.wordpress.com/1810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bektipatria.wordpress.com/1810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bektipatria.wordpress.com/1810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bektipatria.wordpress.com/1810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bektipatria.wordpress.com/1810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bektipatria.wordpress.com/1810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bektipatria.wordpress.com/1810/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bektipatria.wordpress.com&amp;blog=9267435&amp;post=1810&amp;subd=bektipatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bektipatria.wordpress.com/2012/01/12/nilai-nilai-lokal-yang-kian-tergerus-zaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3840d8d7b73937f371bd60ef1786c1e?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">SERAMBI BAHASA DAN SASTRA BUDAYA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bektipatria.files.wordpress.com/2012/01/images.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjadikan Buku sebagai Tempat Rekreasi</title>
		<link>http://bektipatria.wordpress.com/2011/12/25/menjadikan-buku-sebagai-tempat-rekreasi/</link>
		<comments>http://bektipatria.wordpress.com/2011/12/25/menjadikan-buku-sebagai-tempat-rekreasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Dec 2011 13:58:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bekti Patria</dc:creator>
				<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[membaca]]></category>
		<category><![CDATA[rekreasi jiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bektipatria.wordpress.com/?p=1701</guid>
		<description><![CDATA[Akhir Desember ini, sekolah memasuki libur semester ganjil. Libur, tentu saja menjadi waktu yang selalu ditunggu-tunggu, baik oleh pelajar, guru, maupun karyawan pada umumnya. Bagaimana tidak. Setelah hampir setiap hari berkutat dengan tugas-tugas, maka libur dianggap sebagai saat yang tepat untuk sejenak menyegarkan diri, baik secara fisik maupun psikis. Lantas apa yang dapat dilakukan saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bektipatria.wordpress.com&amp;blog=9267435&amp;post=1701&amp;subd=bektipatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://bektipatria.files.wordpress.com/2011/12/baca-buku.jpg"><img class=" wp-image-1702 alignleft" title="baca buku" src="http://bektipatria.files.wordpress.com/2011/12/baca-buku.jpg?w=245&#038;h=211" alt="" width="245" height="211" /></a>Akhir Desember ini, sekolah memasuki libur semester ganjil. Libur, tentu saja menjadi waktu yang selalu ditunggu-tunggu, baik oleh pelajar, guru, maupun karyawan pada umumnya. Bagaimana tidak. Setelah hampir setiap hari berkutat dengan tugas-tugas, maka libur dianggap sebagai saat yang tepat untuk sejenak menyegarkan diri, baik secara fisik maupun psikis. Lantas apa yang dapat dilakukan saat liburan dalam rangka untuk menyegarkan fisik dan psikis tersebut?</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak orang beranggapan bahwa menyegarkan fisik dan psikis saat libur harus dengan rekreasi ke tempat-tempat yang menarik, sehingga tidak jarang mereka jauh-jauh hari sudah merencanakan dan mempersiapkan berbagai hal untuk menjemput liburan tersebut. Mulai dari dana, perbekalan, perlengkapan, tujuan liburan, dan sebagainya. Ya, sebagian besar masyarakat kita menganggap bahwa rekreasi adalah hal-hal yang bersifat fisik, tempat-tempat lahiriah yang hanya bersifat visual (terlihat mata). Memang, dengan mengunjungi tempat-tempat yang menarik, seseorang dapat merasakan kenyamanan secara fisik maupun psikis. Namun, tentu saja kegiatan semacam ini membutuhkan dana yang tidak sedikit. Terlebih setelah libur masih banyak kebutuhan yang musti dipenuhi. Belum lagi kelelahan fisik yang juga tak dapat dihindarkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Lantas kegiatan macam apakah yang dapat memberikan kenyamanan secara fisik dan psikis namun tidak perlu mengeluarkan dana yang besar? Bila kita mau cermat, rekreasi sesungguhnya dapat dilakukan dengan mudah dan murah, yaitu rekreasi bersama buku atau membaca buku. Melalui kegiatan membaca buku, seseorang bisa melakukan rekreasi batin (psikis). Rekreasi lewat membaca buku ini dapat memperkaya jiwa atau batin pembacanya, di samping tentu saja juga memperkaya pengetahuannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang bukan merupakan sesuatu yang baru dan aneh bila banyak ditemukan buku yang dapat ’memperkaya’, ’mencerahkan’, ’menginspirasi’ pembacanya. Buku-buku yang mencerahkan ini pun juga tidak melulu buku-buku yang bertema ’berat’ dan dikemas sebagai bacaan yang serius. Namun, buku-buku yang mencerahkan ini banyak juga yang dikemas sebagai bacaan yang ’ringan’. Misalnya saja buku-buku motivasi hidup, kisah-kisah sederhana namun kaya makna, dan tentu saja buku-buku fiksi.</p>
<p style="text-align:justify;">Buku-buku fiksi memang diciptakan untuk memberikan hiburan bagi pembacanya. Namun, buku fiksi bukanlah sesuatu yang kosong, hanya imajinasi pengarang. Di dalam buku fiksi sering pula mengandung pembelajaran/hikmah bagi pembacanya. Memang, dalam menyampaikan pembelajaran ini buku fiksi tidak mengungkapkannya secara langsung, tetapi melalui alur cerita dan tokoh-tokoh yang berperan di dalamnya. Bagaimana tokoh-tokoh tersebut menjalani sebuah ’model’ kehidupan dengan berbagai ragam permasalahannya sekaligus pemecahannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Buku fiksi seringkali menjadi sebuah ’miniatur’ juga ’cermin’ kehidupan yang sesungguhnya. Dari buku fiksi inilah pembaca dapat belajar menjalani kehidupan, sebagaimana yang dicontohkan oleh tokoh-tokoh di dalamnya. Misalnya saja, bagaimana menjadi guru seperti Bu Mus dalam <em>Laskar Pelangi</em>? Menjadi pemuda yang bersungguh-sungguh dalam meraih cita-cita sebagaimana Alif dalam <em>Negeri 5 Menara</em>? Dan masih banyak lagi. Hikmah yang disampaikan melalui cerita seringkali lebih mengena di hati daripada yang disampaikan secara langsung. Sebagaimana kebiasaan orang tua dulu yang  memberikan petuah lewat cerita atau dongeng sebelum tidur.</p>
<p style="text-align:justify;">Membaca buku dapat membuka wawasan pikiran dan menggugah perasaan pembacanya, sehingga pikiran dan hati pembaca juga akan semakin kaya. Bila pembaca bisa menikmati buku yang dibaca serta dapat mengambil ’sesuatu’ yang ada di dalamnya, bukankah hal itu dapat menjadi rekreasi yang menyenangkan? Ah, seandainya masyarakat kita menjadikan buku sebagai tempat rekreasi dalam kehidupannya, maka dapat dibayangkan bagaimana kualitas masyarakat kita. Bagaimana dengan Anda? Salam.###</p>
<br />Filed under: <a href='http://bektipatria.wordpress.com/category/pendidikan/'>pendidikan</a> Tagged: <a href='http://bektipatria.wordpress.com/tag/buku/'>buku</a>, <a href='http://bektipatria.wordpress.com/tag/membaca/'>membaca</a>, <a href='http://bektipatria.wordpress.com/tag/rekreasi-jiwa/'>rekreasi jiwa</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bektipatria.wordpress.com/1701/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bektipatria.wordpress.com/1701/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bektipatria.wordpress.com/1701/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bektipatria.wordpress.com/1701/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bektipatria.wordpress.com/1701/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bektipatria.wordpress.com/1701/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bektipatria.wordpress.com/1701/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bektipatria.wordpress.com/1701/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bektipatria.wordpress.com/1701/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bektipatria.wordpress.com/1701/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bektipatria.wordpress.com/1701/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bektipatria.wordpress.com/1701/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bektipatria.wordpress.com/1701/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bektipatria.wordpress.com/1701/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bektipatria.wordpress.com&amp;blog=9267435&amp;post=1701&amp;subd=bektipatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bektipatria.wordpress.com/2011/12/25/menjadikan-buku-sebagai-tempat-rekreasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3840d8d7b73937f371bd60ef1786c1e?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">SERAMBI BAHASA DAN SASTRA BUDAYA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bektipatria.files.wordpress.com/2011/12/baca-buku.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">baca buku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kartun Peduli Bahasa Indonesia</title>
		<link>http://bektipatria.wordpress.com/2011/12/04/kartun-peduli-bahasa-indonesia/</link>
		<comments>http://bektipatria.wordpress.com/2011/12/04/kartun-peduli-bahasa-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Dec 2011 08:00:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bekti Patria</dc:creator>
				<category><![CDATA[kebahasaan]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kartun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bektipatria.wordpress.com/?p=1629</guid>
		<description><![CDATA[sumber gambar: Kompas Minggu, 4 Desember 2011 Kartun di atas menggambarkan sebagian besar sikap dan perilaku masyarakat Indonesia terhadap bahasa Indonesia. Kartun tersebut tentunya hadir sebagai bentuk keprihatinan pembuatnya ketika melihat sikap dan perilaku masyarakat Indonesia terhadap bahasa Indonesia. Melalui kartun tersebut, pembuatnya ingin menyentil dan mengajak pembaca untuk merenung, siapa lagi yang mau menggunakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bektipatria.wordpress.com&amp;blog=9267435&amp;post=1629&amp;subd=bektipatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://bektipatria.files.wordpress.com/2011/12/peduli-bahasa.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1639" title="peduli-bahasa" src="http://bektipatria.files.wordpress.com/2011/12/peduli-bahasa.jpg?w=604" alt=""   /></a>sumber gambar: Kompas Minggu, 4 Desember 2011</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kartun di atas menggambarkan sebagian besar sikap dan perilaku masyarakat Indonesia terhadap bahasa Indonesia. Kartun tersebut tentunya hadir sebagai bentuk keprihatinan pembuatnya ketika melihat sikap dan perilaku masyarakat Indonesia terhadap bahasa Indonesia. Melalui kartun tersebut, pembuatnya ingin menyentil dan mengajak pembaca untuk merenung, siapa lagi yang mau menggunakan dan melestarikan bahasa Indonesia kalau bukan masyarakat Indonesia sendiri?</p>
<p style="text-align:justify;">Sudah semestinya masyarakat Indonesia membiasakan diri untuk menghargai dan memiliki kebanggaan terhadap bahasanya sendiri. Indonesia hampir kehilangan segala-galanya akibat perilaku masyarakatnya sendiri. Dan bukan tidak mungkin juga akan kehilangan bahasanya bila masyarakat Indonesia tidak mengubah sikap dan perilakunya. Mari selamatkan bahasa Indonesia, sebelum terlambat. Salam.##</p>
<br />Filed under: <a href='http://bektipatria.wordpress.com/category/kebahasaan/'>kebahasaan</a> Tagged: <a href='http://bektipatria.wordpress.com/tag/bahasa-indonesia/'>bahasa indonesia</a>, <a href='http://bektipatria.wordpress.com/tag/kartun/'>kartun</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bektipatria.wordpress.com/1629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bektipatria.wordpress.com/1629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bektipatria.wordpress.com/1629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bektipatria.wordpress.com/1629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bektipatria.wordpress.com/1629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bektipatria.wordpress.com/1629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bektipatria.wordpress.com/1629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bektipatria.wordpress.com/1629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bektipatria.wordpress.com/1629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bektipatria.wordpress.com/1629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bektipatria.wordpress.com/1629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bektipatria.wordpress.com/1629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bektipatria.wordpress.com/1629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bektipatria.wordpress.com/1629/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bektipatria.wordpress.com&amp;blog=9267435&amp;post=1629&amp;subd=bektipatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bektipatria.wordpress.com/2011/12/04/kartun-peduli-bahasa-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3840d8d7b73937f371bd60ef1786c1e?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">SERAMBI BAHASA DAN SASTRA BUDAYA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bektipatria.files.wordpress.com/2011/12/peduli-bahasa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">peduli-bahasa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Refleksi Hari Guru 2011</title>
		<link>http://bektipatria.wordpress.com/2011/11/25/refleksi-hari-guru-2011/</link>
		<comments>http://bektipatria.wordpress.com/2011/11/25/refleksi-hari-guru-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Nov 2011 17:28:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bekti Patria</dc:creator>
				<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bektipatria.wordpress.com/?p=1615</guid>
		<description><![CDATA[Semua tentu sepakat apabila pendidikan menjadi salah satu kunci kemajuan dan keberlangsungan sebuah bangsa. Kontribusi dan peran pendidikan tetap menjadi salah satu faktor terpenting yang menjadikan sebuah bangsa tetap eksis. Sebab, melalui pendidikan akan lahir sumber daya manusia (SDM) handal dan berkualitas yang akan berperan dan berkiprah sebagai penggerak pembangunan bangsa. Berbicara pendidikan, tentu tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bektipatria.wordpress.com&amp;blog=9267435&amp;post=1615&amp;subd=bektipatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://bektipatria.files.wordpress.com/2011/11/mengajar.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1621" title="Chalkboard with Math Problem" src="http://bektipatria.files.wordpress.com/2011/11/mengajar.jpg?w=300&#038;h=240" alt="" width="300" height="240" /></a>Semua tentu sepakat apabila pendidikan menjadi salah satu kunci kemajuan dan keberlangsungan sebuah bangsa. Kontribusi dan peran pendidikan tetap menjadi salah satu faktor terpenting yang menjadikan sebuah bangsa tetap eksis. Sebab, melalui pendidikan akan lahir sumber daya manusia (SDM) handal dan berkualitas yang akan berperan dan berkiprah sebagai penggerak pembangunan bangsa.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbicara pendidikan, tentu tidak terlepas dari peran salah satu unsur pentingnya, yaitu guru. Guru memang bukan satu-satunya elemen penentu keberhasilan pendidikan. Namun, tidak berlebihan apabila dikatakan guru adalah kunci utama pendidikan. Guru menempati posisi penting dan sentral dalam pendidikan. Berhasil tidaknya pendidikan sangat ditentukan oleh guru. Ada tiga tugas penting yang harus diemban oleh seorang guru, yaitu mengajarkan ilmu, membentuk karakter yang mulia, serta menanam optimisme dan cita-cita positif.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbicara mengenai guru, ada banyak hal yang dapat diungkap, ada banyak sisi yang dapat disoroti. Mulai dari masalah kesejahteraan, distribusi, sampai dengan masalah kualitas. Dulu, keberadaan guru selalu penuh dengan ironi yang memprihatinkan, hidup pas-pasan dan terkadang harus terseok-seok menghidupi diri dan keluarganya. Ironi itu perlahan namun pasti mulai dipupus pemerintah lewat alokasi anggaran negara untuk sektor pendidikan termasuk program sertifikasi guru. Pada tataran perjuangan kesejahteraan, mungkin problem guru sedikit teratasi. Itu artinya bahwa sekarang menjadi guru bukan lagi pilihan yang dilematis melainkan sebuah pilihan yang prestisius. Jika dulu guru berjalan dalam kesunyian, kini guru berjalan dengan tubuh tegak berdiri. Memang tak cukup hanya &#8216;Hymne Guru&#8217;, tak cukup rasanya hanya penghargaan &#8216;batin&#8217;, maka penghargaan materi pun harus pula diperhatikan. Agar tak ada lagi cerita, guru jadi tukang ojek, guru merangkap jadi buruh, bahkan pemulung. Agar mereka dapat berkonsentrasi terhadap perkembangan anak didiknya, agar mereka dapat berkonsentrasi menyiapkan generasi baru bangsa ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika kesejahteraan telah diupayakan dan kian disempurnakan, permasalahan guru tak berarti selesai. Kita masih perlu merefleksikan banyak hal tentang guru. Kita tidak lagi bicara soal gelapnya kesejahteraan guru karena matahari telah menampakkan sinarnya. Permasalahan guru saat ini tak hanya soal kesejahteran, tapi lebih dari itu. Bagaimana mencari guru yang sejati di negeri ini. Guru yang benar-benar menjadi ’guru’.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam realitas, sekarang banyak guru kita yang hanya sekadar jadi guru. Guru dianggap hanya seperti buruh atau tukang. Bekerja, dapat upah. Proses mengajar dan mendidik dianggap seperti pembeli dengan kasir. Guru yang demikian, mengajar hanya berangkat dari ruang kosong, tidak lahir dari  idealisme. Ia tidak menjadi guru yang memiliki semangat kerja tinggi, tidak mengarahkan seluruh kemampuan dan kekuatannya ke arah yang positif melalui pengajaran dan pendidikan sehingga anak didik mengalami perubahan dan pencerahan. Guru sejati adalah sumber inspirasi anak didik. Patut kiranya kita merenung kembali hakikat menjadi seorang guru. Guru akan dikenang dan dihormati apabila kehadirannya bermanfaat bagi orang lain dan tingkah laku serta ajarannya memiliki pengaruh/kekuatan pendorong yang besar terhadap anak didik dan masyarakat. Terlebih di tengah arus perubahan zaman yang kian deras.</p>
<p style="text-align:justify;">Perubahan zaman menuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensi diri. Guru tak bisa lagi berpangku tangan bila tak ingin tergerus zaman. Selain berupaya melakukan peningkatan penguasaan ilmu, seorang guru juga harus memiliki kecintaan terhadap profesinya. Guru juga harus peka terhadap kebutuhan pendidikan saat ini. Guru harus memiliki jiwa pembaharu mengingat guru merupakan agen perubahan ke arah yang lebih baik. Guru harus berupaya untuk menunjukkan etos dan totalitas dalam mengajar dan mendidik.</p>
<p style="text-align:justify;">Pendidikan yang baik hanya dapat terwujud di tangan guru-guru yang berkualitas, kreatif, berdedikasi dan berintegritas tinggi. Menjadi guru ala kadarnya, akan menghasilkan kemampuan anak didik ala kadarnya pula. Sesungguhnya, pesaing utama seorang guru bukanlah guru lain di sekitarnya, tetapi perubahan zaman. Oleh karena itu, guru yang luar biasa adalah guru yang selalu belajar dan terus belajar. Selamat HARI GURU. Salam.##</p>
<br />Filed under: <a href='http://bektipatria.wordpress.com/category/pendidikan/'>pendidikan</a> Tagged: <a href='http://bektipatria.wordpress.com/tag/guru/'>guru</a>, <a href='http://bektipatria.wordpress.com/tag/pendidikan/'>pendidikan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bektipatria.wordpress.com/1615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bektipatria.wordpress.com/1615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bektipatria.wordpress.com/1615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bektipatria.wordpress.com/1615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bektipatria.wordpress.com/1615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bektipatria.wordpress.com/1615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bektipatria.wordpress.com/1615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bektipatria.wordpress.com/1615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bektipatria.wordpress.com/1615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bektipatria.wordpress.com/1615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bektipatria.wordpress.com/1615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bektipatria.wordpress.com/1615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bektipatria.wordpress.com/1615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bektipatria.wordpress.com/1615/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bektipatria.wordpress.com&amp;blog=9267435&amp;post=1615&amp;subd=bektipatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bektipatria.wordpress.com/2011/11/25/refleksi-hari-guru-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3840d8d7b73937f371bd60ef1786c1e?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">SERAMBI BAHASA DAN SASTRA BUDAYA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bektipatria.files.wordpress.com/2011/11/mengajar.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Chalkboard with Math Problem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berkah nge-Blog</title>
		<link>http://bektipatria.wordpress.com/2011/11/05/berkah-nge-blog/</link>
		<comments>http://bektipatria.wordpress.com/2011/11/05/berkah-nge-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2011 09:47:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bekti Patria</dc:creator>
				<category><![CDATA[kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[bekti patria]]></category>
		<category><![CDATA[kebahasaan dan kesastraan]]></category>
		<category><![CDATA[lomba blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bektipatria.wordpress.com/?p=1573</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah. Kalimat itulah yang begitu saja terucap ketika saya mendapat kabar bahwa blog ini berhasil menjadi pemenang pertama dalam Lomba Blog Kebahasaan dan Kesastraan yang saya ikuti. Lomba Blog tersebut merupakan salah satu jenis lomba yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud, Jakarta dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Sastra tahun 2011 ini. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bektipatria.wordpress.com&amp;blog=9267435&amp;post=1573&amp;subd=bektipatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://bektipatria.wordpress.com/2011/11/05/berkah-nge-blog/piagam1/" rel="attachment wp-att-1590"><img class="alignleft size-medium wp-image-1590" title="piagam1" src="http://bektipatria.files.wordpress.com/2011/11/piagam1.jpg?w=252&#038;h=180" alt="" width="252" height="180" /></a>Alhamdulillah. Kalimat itulah yang begitu saja terucap ketika saya mendapat kabar bahwa <em>blog</em> ini berhasil menjadi pemenang pertama dalam Lomba <em>Blog</em> Kebahasaan dan Kesastraan yang saya ikuti. Lomba <em>Blog</em> tersebut merupakan salah satu jenis lomba yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud, Jakarta dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Sastra tahun 2011 ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tertarik mendaftarkan <em>blog</em> ini untuk mengikuti Lomba <em>Blog</em> Kebahasaan dan Kesastraan tersebut karena kebetulan tulisan-tulisan di <em>blog</em> ini memang didominasi oleh tulisan-tulisan yang tidak jauh dari tema kebahasaan dan kesastraan, yang merupakan salah satu ketentuan yang disyaratkan pada lomba ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekedar kilas balik, <em>blog</em> ini hadir ke dunia maya sekitar 2 tahun lalu ini (September 2009). <em>Blog</em> ini lahir karena terinspirasi oleh <em>blog</em> kawan yang secara tidak sengaja saya temukan. Dari situlah saya pun mulai belajar nge-<em>blog</em> yang dibantu oleh rekan guru yang sudah lebih mahir di bidang TI. Saya pun berupaya untuk mengembangkan dan menekuninya, sekaligus sebagai media dan wahana saya untuk belajar menulis. Tema-tema tulisan yang saya hadirkan dalam <em>blog</em> ini tentu saja saya pilih yang tidak jauh dari aktivitas keseharian saya, yaitu kebahasaan, kesastraan, dan pendidikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan adanya <em>blog</em> ini, secara tidak langsung juga memaksa saya untuk terus mencoba menulis agar kelangsungan hidup <em>blog</em> ini senantiasa terjaga. Kebiasaan mengunjungi <em>blog</em> lain (<em>blogwalking)</em> hingga larut malam juga mengantarkan saya menemukan <em>blog-blog</em> para pemilik<em> blog (blogger</em>) yang luar biasa, terutama dari <em>blog</em> para guru, yang secara langsung maupun tidak langsung semakin memotivasi saya untuk konsisten menulis di<em> blog</em>. Kunjungan dan komentar-komentar para blogger tersebut seringkali juga memompakan semangat yang luar biasa, meski pertemuan tersebut hanya terjadi di dunia maya.</p>
<p style="text-align:justify;">Seiring berjalannya waktu, tulisan-tulisan dalam <em>blog</em> ini pun terus bertambah. Akhirnya saya pun memberanikan diri untuk mendaftarkannya dalam Lomba <em>Blog</em> Kebahasaan dan Kesastraan tahun 2011 ini (setelah tahun sebelumnya saya belum berani mendaftarkan pada lomba serupa). Menjadi pemenang pertama, tentu tak pernah saya duga. Terlebih ketika saya sempat mengintip <em>blog</em> peserta-peserta lain yang secara materi juga cukup bagus dan berkualitas.</p>
<p style="text-align:justify;">Perkembangan teknologi akan memberikan manfaat positif bila kita memperlakukannya secara positif pula. Akhirnya, kemenangan ini tentu dapat menjadi bukti bahwa menekuni aktivitas nge-<em>blog</em> bukanlah sesuatu yang sia-sia.  Terlebih bila kita mampu dan tetap berupaya untuk memberikan informasi positif yang bermanfaat bagi semua.  Salam.###</p>
<p><a href="http://bektipatria.files.wordpress.com/2011/11/bekti-patria.jpg"><img class=" wp-image-1747 alignleft" title="bekti-patria" src="http://bektipatria.files.wordpress.com/2011/11/bekti-patria.jpg?w=256&#038;h=192" alt="" width="256" height="192" /></a><a href="http://bektipatria.files.wordpress.com/2011/11/dok-radar.jpg"><img class="wp-image-1748 alignleft" title="dok-radar" src="http://bektipatria.files.wordpress.com/2011/11/dok-radar.jpg?w=271&#038;h=192" alt="" width="271" height="192" /></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://bektipatria.wordpress.com/category/kegiatan/'>kegiatan</a> Tagged: <a href='http://bektipatria.wordpress.com/tag/bekti-patria/'>bekti patria</a>, <a href='http://bektipatria.wordpress.com/tag/kebahasaan-dan-kesastraan/'>kebahasaan dan kesastraan</a>, <a href='http://bektipatria.wordpress.com/tag/lomba-blog/'>lomba blog</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bektipatria.wordpress.com/1573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bektipatria.wordpress.com/1573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bektipatria.wordpress.com/1573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bektipatria.wordpress.com/1573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bektipatria.wordpress.com/1573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bektipatria.wordpress.com/1573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bektipatria.wordpress.com/1573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bektipatria.wordpress.com/1573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bektipatria.wordpress.com/1573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bektipatria.wordpress.com/1573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bektipatria.wordpress.com/1573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bektipatria.wordpress.com/1573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bektipatria.wordpress.com/1573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bektipatria.wordpress.com/1573/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bektipatria.wordpress.com&amp;blog=9267435&amp;post=1573&amp;subd=bektipatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bektipatria.wordpress.com/2011/11/05/berkah-nge-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3840d8d7b73937f371bd60ef1786c1e?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">SERAMBI BAHASA DAN SASTRA BUDAYA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bektipatria.files.wordpress.com/2011/11/piagam1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">piagam1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bektipatria.files.wordpress.com/2011/11/bekti-patria.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bekti-patria</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bektipatria.files.wordpress.com/2011/11/dok-radar.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">dok-radar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bulan Bahasa 2011 Berakhir di TMII, Jakarta</title>
		<link>http://bektipatria.wordpress.com/2011/10/31/bulan-bahasa-2011-berakhir-di-tmii/</link>
		<comments>http://bektipatria.wordpress.com/2011/10/31/bulan-bahasa-2011-berakhir-di-tmii/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 12:29:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bekti Patria</dc:creator>
				<category><![CDATA[kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[badan bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bulan bahasa dan sastra 2011]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bektipatria.wordpress.com/?p=1542</guid>
		<description><![CDATA[Kita sering malu bila tidak dapat berbahasa asing dengan baik dan benar. Padahal, kita seharusnya lebih malu bila tidak dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. [Agus Dharma, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa] Kalimat tersebut saya kutip dari sambutan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa pada acara Puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2011 sekaligus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bektipatria.wordpress.com&amp;blog=9267435&amp;post=1542&amp;subd=bektipatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><em>Kita sering malu bila tidak dapat berbahasa asing dengan baik dan benar. Padahal, kita seharusnya lebih malu bila tidak dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar</em>.<br />
[Agus Dharma, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa]</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bektipatria.wordpress.com/2011/10/31/bulan-bahasa-2011-berakhir-di-tmii/gcbi-1/" rel="attachment wp-att-1570"><img class="alignleft size-medium wp-image-1570" title="gcbi-1" src="http://bektipatria.files.wordpress.com/2011/10/gcbi-1.jpg?w=300&#038;h=195" alt="" width="300" height="195" /></a>Kalimat tersebut saya kutip dari sambutan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa pada acara Puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2011 sekaligus pencanangan Gerakan Cinta Bahasa Indonesia (GCBI) di Gedung Sasana Utama, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jumat, 28 Oktober 2011. Sebuah kalimat/ungkapan yang menarik, yang sekaligus mengajak kita untuk mengintrospeksi diri dan merenung, sejauh mana kecintaan kita terhadap bahasa Indonesia. Kalimat tersebut tentunya lahir sebagai bentuk keprihatianan Pak Agus terhadap sikap masyarakat Indonesia terhadap bahasa Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Acara puncak Bulan Bahasa 2011 Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yang digelar di Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta tersebut sekaligus menutup serangkaian acara dan kegiatan Badan Bahasa dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Sastra 2011. Sedikitnya 2000 peserta yang terdiri para siswa, guru, sastrawan, penerima penghargaan, pemenang lomba, pemuda, organisasi, pejabat pemerintah, dan berbagai komponen masyarakat lainnya tumplek jadi satu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong>Dalam acara tersebut juga  dicanangkan Gerakan Nasional Cinta Bahasa Indonesia (GCBI). Merupakan gerakan yang dilatarbelakangi  oleh perubahan perilaku masyarakat Indonesia dalam bertindak dan berbahasa. Pemerintah menyadari, saat ini penggunaan bahasa asing oleh masyarakat Indonesia di ruang-ruang publik  yang gencar, menimbulkan gejala kurangnya kebanggaan masyarakat dalam menggunakan Bahasa Indonesia. Mengingat kondisi tersebut, perlu dilakukan penegasan dan pemantap kembali kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, baik sebagai bahasa nasional maupun sebagai bahasa negara, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara pada tatanan kehidupan global. Salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk itu adalah menanamkan kembali kecintaan dan kebanggaan masyarakat terhadap bahasa Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">CGBI adalah salah satu bentuk kegiatan nyata yang dilakukan dalam rangka mewujudkan dan menumbuhkan perasaan cinta terhadap bahasa Indonesia. Gerakan ini bertujuan untuk menegaskan dan memantapkan kembali kedudukan dan fungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.</p>
<p style="text-align:justify;">“Sejak dini anak-anak harus sudah diajarkan Bahasa Indonesia dengan baik, sehingga memperkuat  bahasa nasional kita,” kata Ketua Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud  Agus Dharma, Ph. D. usai acara puncak Bulan Bahasa di TMII, Jakarta, Jumat (28/10).</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kegiatan Bulan Bahasa tahun ini, ada sebelas kegiatan yang diselenggarakan, yaitu penilaian penggunaan Bahasa Indonesia di tempat umum (Adibahasa), penilaian penggunaan Bahasa Indonesia di media massa, sayembara penulisan cerpen remaja, sayembara penulisan proposal penelitian untuk mahasiswa, sayembara penulisan penulisan puisi SD, festival musikalisasi puisi, lomba blog kebahasaan dan kesastraan, pemilihan duta bahasa, debat bahasa antarmahasiswa, parade mural cinta Bahasa Indonesia, serta lomba keterampilan Berbahasa Indonesia bagi peserta BIPA.</p>
<p style="text-align:justify;">Penghargaan Adibahasa (penggunaan Bahasa Indonesia di tempat umum ) diberikan kepada, tiga instansi/lembaga yaitu PT Carrefour Indonesia, PT Angkasa Pura II, dan Hotel Borobudur mendapat penghargaan sebagai instansi yang peduli dalam penggunaan Bahasa Indonesia. Ada pula penyerahan panji GCBI kepada Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Jawa Tengah, dan Gubernur Sulawesi Tenggara  sebagai perwakilan dari kepala daerah se-Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Budaya Wiendu Nuryanti mengatakan, penggunaan Bahasa Indonesia di setiap instansi yang diberikan penghargaan memang belum sempurna. “Tetapi semangat dan tekad untuk peduli dan mencintai Bahasa Indonesia di instansi tersebut, patut mendapatkan penghargaan,” ujarnya pada Puncak Acara Bulan Bahasa dan Sastra di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Jumat (29/10).</p>
<p style="text-align:justify;">Pada acara tersebut, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa juga memberikan penghargaan kepada para pemenang berbagai sayembara dan lomba yang diselenggarakan, yaitu;</p>
<p><span id="more-1542"></span></p>
<p style="text-align:justify;">1. Sayembara Penulisan Cerita Pendek bagi Remaja Tingkat Nasional dengan pemenang  I: Brgitta Engla Aprianti, (Mei), II: Tiara Zuhrat Shabrina Yohaputri (Pastel Donat), III: Amayakim (Sajak-Sajak Inayah),Pemenang  Harapan I: Rendi Erianda (Benci),  Pemenang Harapan II:  Vivi Wahyuni (Pulanglah Ayah) dan Pemenang Harapan III: Ahmad Ryan Fauzy (Petualangan Bola)</p>
<p style="text-align:justify;">2. Festival Musikalisasi Puisi Tingkat SLTA Se-Jabodetabek:  Pemanang I:  SMA Negeri 62 Jakarta, Pemanang II: SMK 5 Penabur, Pemenang III: SMA Musik Perguruan Cikini,  Pemenang Harapan I: SMA Negeri 27 Jakarta, Pemenang Harapan  II: SMA Jakarta Raya, dan Pemenang Harapan III: SMA Muhammadyah 2 Jakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Sayembara Penulisan  Puisi Siswa Sekolah dasar dan  Madrasah Ibtidaiyah Tingkat Nasional; Pemenang I:  Salsabila Zahra Nur Aulia, SD Islam Imama, Kedung Pane, Semarang dengan judul puisi “Nasi Goreng Cinta”, Pemanang II: Kezia Kristananda, SD Plus Bakti Utama, Gombong, Jawa Tengah dengan puisi  “Gadis Kecil di Gerbang Sekolah”, Pemenang III: Marcayla Rahma Santoso, SD Negeri Kleco I No.07, Surakarta dengan judul puisi “Melodi Angin”, Pemenang Harapan I:  Sri Hening Ksatria Kukuh Yoga Pratama Muntono, SD Swasta Yaditra Tarakan Utara, Kalimatan Timur dengan judul puisi “Balada Pengemis Kecil”, Pemanang Harapan II: M. Rafly F, Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sukoharjo dengan judul puisi “Kunang-Kunang Menghilang”.</p>
<p style="text-align:justify;">4. Penilaian Penggunaan Bahasa Indonesia di Media Massa Cetak Tingkat Nasional; Peringkat 1: Kompas, Peringkat 2: Media Indonesia, Peringkat 3: Koran Tempo, Peringkat 4: Republika, Peringkat 5: Seputar Indonesia, Peringkat 6: Sinar Harapan, Peringkat 7: Suara Pembaruan, Peringkat 8: Rakyat Merdeka, Peringkat 9: Indopos dan peringkat 10: Pikiran Rakyat.</p>
<p style="text-align:justify;">5. Debat bahasa Antarmahasiswa Se-Jabodetabek dan Banten: Pemenang I: Program Studi Penduidikan Bahasa Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Pemenang II: Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Pemenang Harapan I: Program Studi Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia, FKIP, Univeritas Pakuan Bogor dan Pemenang Harapan II: Program Studi Pendidikan Sastra Indonesia dan Daerah, STKIP Setia Budhi Rangkasbitung dan Pemenang Harapan III: Jurusan Bahasa Inggris, Univeritas Sultan Ageng Tirtayasa.</p>
<p style="text-align:justify;">6. Lomba Blog Kebahasaan dan Kesastraan Tingkat Nasional;  Pemenang I: <a href="http://bektipatria.wordpress.com/" target="_blank">Bekti Patria Dwi Hastuti, S.S</a>, Pemenang II: <a href="http://ruangkata-katavie.blogspot.com/" target="_blank">Novi Diah Haryanti</a>, Pemenang III: <a href="http://kabarbahasa.blogspot.com/" target="_blank">Sabjan Badio</a>, Pemenang Harapan I: <a href="http://imamuhtarom.blogspot.com/" target="_blank">Imam Muhtarom</a>, Pemenang Harapan II: <a href="http://binhadnurrohmat.com/" target="_blank">Binhad Nurromat</a> dan Pemenang Harapan III: <a href="http://ruangimaji.wordpress.com/" target="_blank">R. Kusdaryoko, S.Pd.</a></p>
<p style="text-align:justify;">7. Pemilihan Duta Bahasa 2011; Pemenang I Hanifan Faudi Mubin dan Elizabeth Yuniar, Duta Bahasa Provinsi  Jawa Tengah, Pemenang II: Wahyudi dan Rahmi Yulia Ningsih, Duta Provinsi DKI Jakarta, Pemenang III: Pradipta Dirgantara dan Yesi Haerunisa, Duta Bahasa Provinsi Jawa Barat, Pemenang Harapan I:  Putu Ariek Mahardika Putra dan Ni Nyoman Ayu Suciarti, Duta Bahasa Provinsi Bali, Pemenang Harapan II: Hot Maringan  Samosir dan Nuri Yunita Hasan Nasution, Duta Bahasa Provisi Sumatra Utara, dan Pemenang Harapan III: Aditia Prethama  dan Riza Sriwahyuni, Duta Provisi Kalimatan Tengah.</p>
<p style="text-align:justify;">8. Pemenang Keterampilan Berbahasa Indonesia bagi Peserta BIPA; Pemenang I: Gao Shiyuan dari Negara China, Pemenang II: Chen Hongxia dari Negara China dan  Pemenang II: Mario Gonzales Pliego dari Negara Spanyol.</p>
<p style="text-align:justify;">9. Sayembara Penulisan Proposal Penelitian   Kebahasaan, Kesastraan, dan Pengajaran bagi Mahasiswa Tingkat Nasional;  Kebahasaan  Terbaik I: Rahmat Tri Hidayat, Univeritas Sebelas Maret, Terbaik II: Memet Sudaryanyto dan Terbaik III: Tidak ada (nilai tidak ada yang mencukupi untuk Pemenang Terbaik III).  Untuk  Kesastraan I: Tidak Ada, Terbaik II: Hari Sulistyo, Univeritas Sebelas  Maret, Terbaik III: Muhammad Wahyu Amiruddin,  Univeritas Negeri Semarang. Untuk Pengajaran Terbaik I:  Meina Febriani, Univeritas Negeri Semarang, Terbaik II: Listiani Tular Kurniasih. Univeritas Negeri Jakarta dan  Terbaik III: Shila Novelia, Univeritas  Negeri Jakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">10. Penghargaan Sastra untuk Pendidik diberikan kepada Drs. Tjahyono Widijanto, guru SMAN 1 Ngawi, Jawa Timur, Sukrisna (Krisna Miharja), guru SMPN 15 Yogyakarta, Dra. Kemala, guru SMKN 2 Banda Aceh</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa juga memberikan Penghargaan Sastra kepada tiga orang sastrawan. Adapun tiga orang sastrawan tersebut yaitu D Zawawi Imron dengan kumpulan puisi yang berjudul <em>Kelenjar Laut</em>, kemudian Leila S. Chudori dengan karya yang berjudul <em>9 Negeri Nadira</em>, dan Abidah El Khalieqy dengan karyanya berjudul <em>Mahabbah Rindu</em></p>
<p>sumber lengkap dari: <a href="http://pusatbahasa.kemdiknas.go.id/lamanv42/?q=detail_berita/2629" target="_blank">Laman Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://bektipatria.wordpress.com/category/kegiatan/'>kegiatan</a> Tagged: <a href='http://bektipatria.wordpress.com/tag/badan-bahasa/'>badan bahasa</a>, <a href='http://bektipatria.wordpress.com/tag/bahasa-indonesia/'>bahasa indonesia</a>, <a href='http://bektipatria.wordpress.com/tag/bulan-bahasa-dan-sastra-2011/'>bulan bahasa dan sastra 2011</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bektipatria.wordpress.com/1542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bektipatria.wordpress.com/1542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bektipatria.wordpress.com/1542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bektipatria.wordpress.com/1542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bektipatria.wordpress.com/1542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bektipatria.wordpress.com/1542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bektipatria.wordpress.com/1542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bektipatria.wordpress.com/1542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bektipatria.wordpress.com/1542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bektipatria.wordpress.com/1542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bektipatria.wordpress.com/1542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bektipatria.wordpress.com/1542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bektipatria.wordpress.com/1542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bektipatria.wordpress.com/1542/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bektipatria.wordpress.com&amp;blog=9267435&amp;post=1542&amp;subd=bektipatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bektipatria.wordpress.com/2011/10/31/bulan-bahasa-2011-berakhir-di-tmii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3840d8d7b73937f371bd60ef1786c1e?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">SERAMBI BAHASA DAN SASTRA BUDAYA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bektipatria.files.wordpress.com/2011/10/gcbi-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">gcbi-1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahasa Indonesia: Bahasaku Sayang, Bahasaku Malang</title>
		<link>http://bektipatria.wordpress.com/2011/10/25/bahasaku-sayang-bahasa-indonesia/</link>
		<comments>http://bektipatria.wordpress.com/2011/10/25/bahasaku-sayang-bahasa-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2011 14:51:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bekti Patria</dc:creator>
				<category><![CDATA[kebahasaan]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[cinta bahasa indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bektipatria.wordpress.com/?p=1522</guid>
		<description><![CDATA[tulisan ini dimuat di MEDIA, majalah pendidikan Jawa Timur, bulan Oktober 2011 Tanpa terasa, tahun ini kita kembali sampai pada bulan Oktober. Bagi bangsa Indonesia, bulan Oktober merupakan salah satu bulan yang memiliki sejarah tersendiri, yaitu dengan dicetuskannya SUMPAH PEMUDA pada tanggal 28 Oktober 1928. Salah satu bunyi butir sumpah yang disepakati para pemuda saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bektipatria.wordpress.com&amp;blog=9267435&amp;post=1522&amp;subd=bektipatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align:center;"><a href="http://bektipatria.wordpress.com/2011/10/25/bahasaku-sayang-bahasa-indonesia/bisma-aku-cinta-bahasa-indonesia/" rel="attachment wp-att-1523"><img class="size-medium wp-image-1523 aligncenter" title="bisma-aku-cinta-bahasa-indonesia" src="http://bektipatria.files.wordpress.com/2011/10/bisma-aku-cinta-bahasa-indonesia.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" width="300" height="169" /></a></h3>
<h3 style="text-align:center;"></h3>
<p style="text-align:center;">tulisan ini dimuat di <em>MEDIA</em>, majalah pendidikan Jawa Timur,<br />
bulan Oktober 2011</p>
<p style="text-align:justify;">Tanpa terasa, tahun ini kita kembali sampai pada bulan Oktober. Bagi bangsa Indonesia, bulan Oktober merupakan salah satu bulan yang memiliki sejarah tersendiri, yaitu dengan dicetuskannya SUMPAH PEMUDA pada tanggal 28 Oktober 1928. Salah satu bunyi butir sumpah yang disepakati para pemuda saat itu adalah <em>“Menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”.</em> Kalimat ikrar tersebut memperlihatkan betapa pentingnya bahasa bagi suatu bangsa. Ikrar tersebut juga menjadi dasar yang kokoh bagi kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, bulan Oktober juga dikukuhkan sebagai Bulan Bahasa. Dalam perkembangannya, bahasa Indonesia tidak hanya menjadi bahasa persatuan, tetapi juga berkembang sebagai bahasa nasional, bahasa negara, bahasa resmi, bahkan lebih lanjut bahasa Indonesia berhasil mendudukkan dirinya sebagai bahasa budaya dan bahasa ilmu.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahasa Indonesia memiliki makna dan peran penting bagi bangsa Indonesia. Bahasa sebagai alat komunikasi yang paling efektif, mutlak diperlukan oleh setiap bangsa. Pernahkah kita membayangkan, bagaimana seandainya bangsa Indonesia tidak mempunyai bahasa Indonesia?  Dengan memiliki bahasa nasional, bangsa Indonesia seharusnya bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi. Kita memang telah sering mendengar ungkapan <em>“bahasa menunjukkan bangsa”</em>. Namun, banyak dari kita yang tidak meresapi ungkapan tersebut. Kenyataan sehari-hari di masyarakat tidaklah demikian. Rasa bangga terhadap bahasa Indonesia belum tertanam pada setiap orang Indonesia. Bahasa Indonesia dianggap kurang ilmiah dan kurang intelek dibanding dengan bahasa asing, bahasa Indonesia tidak perlu dipelajari karena bahasa Indonesia adalah milik sendiri, dan sebagainya. Bahkan, mereka pun akhirnya menjadi tidak mau tahu perkembangan bahasa Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Sikap orang Indonesia yang kurang menghargai bahasa Indonesia antara lain: 1) banyak orang Indonesia memperlihatkan dengan bangga kemahirannya menggunakan bahasa asing, walaupun mereka tidak menguasai bahasa Indonesia dengan baik; 2) banyak orang Indonesia merasa malu apabila tidak menguasai bahasa asing, tetapi tidak pernah malu dan kurang apabila tidak menguasai bahasa Indonesia; 3) banyak orang Indonesia menganggap remeh bahasa Indonesia dan tidak mau mempelajarinya karena merasa dirinya telah menguasai bahasa Indonesia dengan baik;  4) banyak orang Indonesia merasa dirinya lebih pandai daripada yang lain karena telah menguasai bahasa asing dengan fasih, walaupun penguasaan bahasa Indonesia tidak sempurna dan apa adanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenyataan tersebut menunjukkan sikap negatif pemakai bahasa Indonesia. Sikap-sikap negatif tersebut pada akhirnya juga akan berdampak negatif bagi perkembangan bahasa Indonesia. Sebagian pemakai bahasa Indonesia menjadi pesimis, menganggap rendah, dan tidak percaya kemampuan bahasa Indonesia dalam mengungkapkan pikiran dan perasaannya dengan lengkap, jelas, dan sempurna. Sikap negatif tersebut akhirnya memunculkan akibat yang lebih fatal, bagi perkembangan bahasa Indonesia, yaitu:</p>
<p><span id="more-1522"></span></p>
<p style="text-align:justify;">1.     Banyak orang Indonesia lebih suka menggunakan kata-kata, istilah-istilah, dan ungkapan-ungkapan asing. Padahal, kata-kata, istilah-istilah, dan ungkapan-ungkapan tersebut sudah ada padanannya dalam Bahasa Indonesia. Misalnya orang Indonesia lebih suka istilah “<em>fitness centre</em>” daripada “<em>pusat kebugaran</em>”, “<em>worksheet</em>” daripada “<em>kertas kerja</em>”, “<em>option</em>” daripada “<em>pilihan</em>”, dan masih banyak lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">2.     Banyak orang Indonesia menghargai bahasa asing secara berlebihan. Misalnya dalam pemberian nama diri orang Indonesia lebih suka dengan nama yang kearab-araban atau kebarat-baratan. Juga  panggilan kepada orang tua, banyak yang tidak lagi  menggunakan panggilan ”<em>ibu – bapak</em>”. Hampir semua sudah berubah menjadi ”<em>mama – papa</em>”, ”<em>mami – papi</em>”, atau ”<em>umi – abi</em>”. Juga pada pemberian nama bidang perniagaan. Padahal, hal-hal kecil seperti ini lama kelamaan akan menghilangkan identitas kita sebagai bangsa Indonesia karena kita semua tahu bahwa panggilan-panggilan tersebut berasal dari bahasa asing. Kita menjadi tidak bisa menunjukkan bahwa Indonesia memang memiliki ciri/karakteristik yang berbeda dengan bangsa lain.</p>
<p style="text-align:justify;">3.     Banyak orang Indonesia yang berusaha sekuat tenaga untuk belajar dan menguasai bahasa asing dengan baik, tetapi merasa secukupnya saja untuk menguasai bahasa Indonesia. Hal ini bisa dilihat banyak orang Indonesia yang mempunyai bermacam-macam kamus bahasa asing, tetapi TIDAK MEMILIKI satu pun kamus bahasa Indonesia. Seolah-olah seluruh kosa kata bahasa Indonesia telah dikuasainya dengan baik.</p>
<p style="text-align:justify;">4.     Banyak orang Indonesia yang ’malas’ berpikir untuk berkomunikasi secara baik. Mereka beranggapan bahwa dalam berkomunikasi yang penting “asal orang mengerti” hal yang disampaikan. Dari sini akhirnya muncul bahasa yang “<em>nyeleneh</em>”, “<em>asal nyambung</em>” yang tidak mendukung perkembangan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selain itu, banyak orang Indonesia yang malas untuk mencari padanan kata dan istilah asing. Istilah yang ada diserap mentah-mentah. Rata-rata orang Indonesia buruk dalam berbahasa Indonesia adalah sifat malas berpikir untuk mencari kata-kata yang tepat dan benar sesuai kaidah dalam bahasa Indonesia. Keadaan ini menyebabkan bahasa Indonesia mengalami perkembangan  yang tidak menggembirakan. Bila sikap ini tidak segera diubah maka bukan tidak mungkin bahasa Indonesia akan menjadi bahasa pasaran yang tidak memiliki identitas.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenyataan-kenyataan dan akibat-akibat tersebut bila tidak diperbaiki dan diluruskan tentu akan menghambat perkembangan bahasa Indonesia sendiri. Usaha-usaha untuk menjaga dan melestarikan bahasa Indonesia memang harus terus diupayakan dan digalakkan untuk mempertahankan bahasa Indonesia dari gempuran budaya-budaya asing, apalagi di tengah arus globalisasi budaya dunia. Tanggung jawab maju atau mundurnya bahasa Indonesia, tentunya akan kembali lagi kepada pengguna bahasa itu sendiri. Kesadaran demikian harus ditanamkan dan dipupuk dalam diri warga bangsa Indonesia. Sebagai pemilik bahasa Indonesia yang baik, sepantasnyalah kita mencintai, menjaga, mengembangkan, dan melestarikan bahasa Indonesia ini. #Salam#</p>
<br />Filed under: <a href='http://bektipatria.wordpress.com/category/kebahasaan/'>kebahasaan</a> Tagged: <a href='http://bektipatria.wordpress.com/tag/bahasa-indonesia/'>bahasa indonesia</a>, <a href='http://bektipatria.wordpress.com/tag/cinta-bahasa-indonesia/'>cinta bahasa indonesia</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bektipatria.wordpress.com/1522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bektipatria.wordpress.com/1522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bektipatria.wordpress.com/1522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bektipatria.wordpress.com/1522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bektipatria.wordpress.com/1522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bektipatria.wordpress.com/1522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bektipatria.wordpress.com/1522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bektipatria.wordpress.com/1522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bektipatria.wordpress.com/1522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bektipatria.wordpress.com/1522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bektipatria.wordpress.com/1522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bektipatria.wordpress.com/1522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bektipatria.wordpress.com/1522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bektipatria.wordpress.com/1522/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bektipatria.wordpress.com&amp;blog=9267435&amp;post=1522&amp;subd=bektipatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bektipatria.wordpress.com/2011/10/25/bahasaku-sayang-bahasa-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3840d8d7b73937f371bd60ef1786c1e?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">SERAMBI BAHASA DAN SASTRA BUDAYA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bektipatria.files.wordpress.com/2011/10/bisma-aku-cinta-bahasa-indonesia.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bisma-aku-cinta-bahasa-indonesia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyampaikan Kritik yang Santun Lewat Pantun</title>
		<link>http://bektipatria.wordpress.com/2011/10/02/menyampaikan-kritik-yang-santun-lewat-pantun-2/</link>
		<comments>http://bektipatria.wordpress.com/2011/10/02/menyampaikan-kritik-yang-santun-lewat-pantun-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Oct 2011 04:13:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bekti Patria</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesastraan]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pantun]]></category>
		<category><![CDATA[pantun kritik sosial]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bektipatria.wordpress.com/?p=1478</guid>
		<description><![CDATA[Realitas sosial yang ada dalam kehidupan sehari-hari kadang tidak sesuai dengan harapan kebanyakan orang. Ketidakadilan, kekecewaan, ketidakpuasan sering dirasakan oleh masyarakat, terlebih terhadap penguasa yang berdampak pada kehidupan masyarakat luas bahkan juga terpuruknya kondisi bangsa. Sebagai salah satu wujud dari rasa tanggung jawab masyarakat terhadap bangsa ini, maka masyarakat terdorong untuk menyampaikan kritikan yang konstruktif [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bektipatria.wordpress.com&amp;blog=9267435&amp;post=1478&amp;subd=bektipatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://bektipatria.files.wordpress.com/2011/10/pantun.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-1479" title="pantun-bektipatria" src="http://bektipatria.files.wordpress.com/2011/10/pantun.png?w=352&#038;h=215" alt="pantun-bektipatria" width="352" height="215" /></a>Realitas sosial yang ada dalam kehidupan sehari-hari kadang tidak sesuai dengan harapan kebanyakan orang. Ketidakadilan, kekecewaan, ketidakpuasan sering dirasakan oleh masyarakat, terlebih terhadap penguasa yang berdampak pada kehidupan masyarakat luas bahkan juga terpuruknya kondisi bangsa. Sebagai salah satu wujud dari rasa tanggung jawab masyarakat terhadap bangsa ini, maka masyarakat terdorong untuk menyampaikan kritikan yang konstruktif untuk membangun bangsa ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam era keterbukaan sekarang ini setiap orang bebas untuk menyampaikan kritikan dan aspirasi kepada pemerintah. Ada berbagai cara untuk menyampaikan, mengungkapkan, menuangkan kritik terhadap situasi sosial tersebut, misalnya dengan berkirim surat, demonstrasi, pidato, wawancara, sms, <em>facebook</em>, <em>e-mail</em>, dan media lainnya. Namun demikian, sesungguhnya ada satu media lagi yang berperan penting dalam penyampaian kritik sosial, yakni karya sastra. Sastra dapat digunakan untuk menyampaikan kritik secara cerdas, elegan dan santun. Menyampaikan kritik melalui sastra memang bukanlah hal baru. Di Indonesia, sejak zaman Belanda, Jepang, Revolusi, Orde Baru, dan Reformasi selalu saja ada karya sastra yang diarahkan untuk mengkritik pemerintahan yang berkuasa. Hal ini bisa terjadi lantaran sastra memang seringkali hadir sebagai refleksi atau cerminan kondisi sosial masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai salah satu bentuk sastra, pantun pun dapat digunakan sebagai sarana menyampaikan kritik sosial tersebut. Pantun merupakan salah satu bentuk puisi lama yang paling akrab dengan masyarakat dibandingkan dengan bentuk puisi lama yang lain. Pantun menjadi sarana yang efektif yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Pantun dapat digunakan sebagai alat komunikasi, untuk menyelusupkan nasihat atau wejangan, atau bahkan untuk melakukan kritik sosial. Pantun dapat dimanfaatkan dalam berbagai kesempatan dan disampaikan dalam sembarang waktu, dalam kegiatan apa pun, dan dilakukan oleh siapa pun juga. Pantun adalah bentuk puisi lama yang tampak luarnya sederhana, tetapi sesungguhnya mencerminkan kecerdasan dan kreativitas pembuatnya, karena pembuat pantun harus membuat sampiran dan isi yang keduanya sama sekali tidak berkaitan. Ciri utama pantun adalah bentuknya yang dalam setiap baitnya terdiri dari empat larik (baris) dengan pola persajakan a-b-a-b. Dua larik pertama disebut sampiran, dua larik berikutnya disebut isi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejalan dengan kurikulum Bahasa Indonesia SMA, menulis pantun merupakan salah satu kompetensi dasar yang wajib dikuasai peserta didik. Berdasarkan isinya, jenis-jenis pantun yang selama ini diperkenalkan kepada peserta didik adalah pantun nasihat, pantun agama, pantun orang muda, atau pantun jenaka. Sejalan dengan perkembangan zaman, isi pantun dapat terus dikembangkan, antara lain untuk menyampaikan kritik sosial. Melalui kegiatan menulis pantun inilah, guru dapat mengajak peserta didik untuk mencoba menyampaikan kritik dan sarannya mengenai realitas sosial di sekitarnya.</p>
<p>Sebagai contoh terlihat dari hasil tulisan beberapa peserta didik berikut ini.</p>
<p><span id="more-1478"></span></p>
<p style="padding-left:60px;"><em>Makan roti berlapis keju<br />
Jangan lupa ditaruh nampan<br />
Jikalau ingin pendidikan maju<br />
Jangan korupsi dana pendidikan</em></p>
<p style="padding-left:60px;"><em></em><em>Bunga melati berwarna putih<br />
Mekar mewangi indah di taman<br />
Bagaimana korupsi akan bersih<br />
Bila koruptor ringan hukuman</em></p>
<p style="padding-left:60px;"><em>Membeli baju ke Cikini<br />
Bajunya bagus berbahan sutera<br />
Apa jadinya negeri ini<br />
Bila pemimpin cuma pandai bicara</em></p>
<p style="text-align:justify;">Untuk menghasilkan pantun kritik sosial seperti di atas, peserta didik memang harus peka membaca realitas di sekitarnya sebagai bahan dasar pantun yang hendak ditulisnya. Sebab, tanpa membaca realitas di sekitarnya, peserta didik tentu akan kesulitan untuk menciptakan pantun kritik sosial ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, menyampaikan kritik dan saran yang membangun tidak selalu harus melalui unjuk rasa. Terlebih, selama ini unjuk rasa selalu berujung pada tindakan anarkis yang justru menimbulkan masalah baru. Sementara itu, menyampaikan kritik dan saran melalui kegiatan menulis pantun ini memiliki banyak manfaat, antara lain:</p>
<ol>
<li>
<p style="text-align:justify;">Mengembangkan kreativitas peserta didik. Dengan menulis pantun, siswa menjadi lebih kreatif, khususnya dalam merangkai dan memilih kata yang tepat.</p>
</li>
<li>
<p style="text-align:justify;">Mengajak peserta didik untuk menghubungkan kegiatan pembelajaran dengan realitas sosial/kenyataan di sekitarnya. Hal ini sejalan dengan pembelajaran kontekstual, artinya apa yang dipelajari di kelas sedapat mungkin dihubungkan dengan kehidupan nyata.</p>
</li>
<li>
<p style="text-align:justify;">Mengajak dan melatih peserta didik untuk bersikap kritis ketika melihat hal-hal yang tidak benar di sekitarnya.</p>
</li>
<li>
<p style="text-align:justify;">Menanamkan karakter santun. Menyampaikan kritik melalui tulisan tentu akan terlihat elegan dan tidak akan menimbulkan kekerasan atau tindakan anarkis. Terlebih bahasa dalam pantun (dan sastra umumnya) seringkali menggunakan kiasan atau lambang.</p>
</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Nah, melihat manfaat-manfaat tersebut, para guru sepertinya tak perlu sangsi lagi untuk mengajak peserta didik mencoba menyampaikan kritik dan sarannya terhadap realitas sosial ke dalam bentuk pantun. Dengan demikian, kritik yang mereka sampaikan pun terlihat lebih santun. Salam.##</p>
<br />Filed under: <a href='http://bektipatria.wordpress.com/category/kesastraan/'>kesastraan</a> Tagged: <a href='http://bektipatria.wordpress.com/tag/bahasa-indonesia/'>bahasa indonesia</a>, <a href='http://bektipatria.wordpress.com/tag/pantun/'>pantun</a>, <a href='http://bektipatria.wordpress.com/tag/pantun-kritik-sosial/'>pantun kritik sosial</a>, <a href='http://bektipatria.wordpress.com/tag/sastra/'>sastra</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bektipatria.wordpress.com/1478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bektipatria.wordpress.com/1478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bektipatria.wordpress.com/1478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bektipatria.wordpress.com/1478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bektipatria.wordpress.com/1478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bektipatria.wordpress.com/1478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bektipatria.wordpress.com/1478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bektipatria.wordpress.com/1478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bektipatria.wordpress.com/1478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bektipatria.wordpress.com/1478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bektipatria.wordpress.com/1478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bektipatria.wordpress.com/1478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bektipatria.wordpress.com/1478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bektipatria.wordpress.com/1478/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bektipatria.wordpress.com&amp;blog=9267435&amp;post=1478&amp;subd=bektipatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bektipatria.wordpress.com/2011/10/02/menyampaikan-kritik-yang-santun-lewat-pantun-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3840d8d7b73937f371bd60ef1786c1e?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">SERAMBI BAHASA DAN SASTRA BUDAYA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bektipatria.files.wordpress.com/2011/10/pantun.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pantun-bektipatria</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi &#8220;Menatap Hari ini&#8221;</title>
		<link>http://bektipatria.wordpress.com/2011/09/30/menatap-hari-ini/</link>
		<comments>http://bektipatria.wordpress.com/2011/09/30/menatap-hari-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Sep 2011 14:07:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bekti Patria</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesastraan]]></category>
		<category><![CDATA[bekti patria]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bektipatria.wordpress.com/?p=1467</guid>
		<description><![CDATA[Filed under: kesastraan Tagged: bekti patria, indonesia, puisi<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bektipatria.wordpress.com&amp;blog=9267435&amp;post=1467&amp;subd=bektipatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bektipatria.files.wordpress.com/2011/09/bektipatria-puisi.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1481" title="bektipatria-puisi" src="http://bektipatria.files.wordpress.com/2011/09/bektipatria-puisi.jpg?w=604" alt="bektipatria-puisi"   /></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://bektipatria.wordpress.com/category/kesastraan/'>kesastraan</a> Tagged: <a href='http://bektipatria.wordpress.com/tag/bekti-patria/'>bekti patria</a>, <a href='http://bektipatria.wordpress.com/tag/indonesia/'>indonesia</a>, <a href='http://bektipatria.wordpress.com/tag/puisi/'>puisi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bektipatria.wordpress.com/1467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bektipatria.wordpress.com/1467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bektipatria.wordpress.com/1467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bektipatria.wordpress.com/1467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bektipatria.wordpress.com/1467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bektipatria.wordpress.com/1467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bektipatria.wordpress.com/1467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bektipatria.wordpress.com/1467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bektipatria.wordpress.com/1467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bektipatria.wordpress.com/1467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bektipatria.wordpress.com/1467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bektipatria.wordpress.com/1467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bektipatria.wordpress.com/1467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bektipatria.wordpress.com/1467/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bektipatria.wordpress.com&amp;blog=9267435&amp;post=1467&amp;subd=bektipatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bektipatria.wordpress.com/2011/09/30/menatap-hari-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3840d8d7b73937f371bd60ef1786c1e?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">SERAMBI BAHASA DAN SASTRA BUDAYA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bektipatria.files.wordpress.com/2011/09/bektipatria-puisi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bektipatria-puisi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
