Merangsang Interaksi Siswa dengan Kamus melalui Permainan Teka Teki Silang

CrosswordBahasa merupakan hal yang senantiasa berkembang. Demikian pula bahasa Indonesia. Hampir setiap hari kita mendengar dan membaca kata-kata atau istilah-istilah baru dari media massa, baik cetak maupun elektronik. Misalnya saja istilah kapabilitas, elektabilitas, instan, puso, krusial, masif, dan masih banyak lagi istilah-istilah baru yang bertebaran di sekitar kita. Sayangnya, perkembangan kosakata baru ini tidak diimbangi dengan kemauan untuk menemukan maknanya secara tepat di dalam kamus (KBBI), sehingga penguasaan terhadap kosakata baru tersebut menjadi terabaikan.

Terkait dengan perkembangan bahasa,  pengenalan dan penguasaan kosakata tentu tidak dapat diabaikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Dalam hal ini, siswa tidak cukup hanya mengetahui kosakata baru, tetapi juga harus menguasai. Artinya, siswa juga harus memahami maknanya, sehingga dapat menggunakannya secara tepat dalam berkomunikasi. Oleh karena itu, siswa perlu dirangsang untuk mau dan aktif membuka kamus agar kosakata yang baru dikenalnya dapat benar-benar diketahui maknanya. Salah satu media yang dapat digunakan guru dalam pembelajaran pengenalan dan penguasaan kosakata adalah permainan teka-teki silang.

Teka-teki silang merupakan sebuah permainan yang cara bermainnya dilakukan dengan mengisi ruang-ruang kosong yang berbentuk kotak dengan huruf-huruf sehingga membentuk sebuah kata yang sesuai dengan petunjuk. Petunjuk yang biasa diberikan dalam TTS, dibagi kedalam kategori mendatar dan menurun, tergantung posisi kata-kata yang harus diisi. Media permainan teka teki silang ini sangat ideal untuk pembelajaran pengenalan kosakata karena pertanyaan-pertanyaan dalam teka teki silang sering kali terdiri atas persamaan kata (sinonim), lawan kata (antonim), definisi, istilah, bahasa asing. Media permainan teka-teki silang ini juga sangat fleksibel, artinya dapat disesuaikan dengan tingkat usia dan tingkat pemahaman siswa.

Pada tahap awal, media permainan teka teki silang ini dilakukan dengan meminta siswa mengisi atau melengkapi teka-teki silang yang disediakan oleh guru. Pada tahap lanjut, guru dapat memberi tugas kepada siswa untuk membuat sendiri teka teki silang secara bebas atau sesuai dengan kriteria yang disepakati bersama. Hasil teka teki silang yang disusun siswa dapat saling ditukarkan dengan temannya untuk diisi. Pemanfaatan media permainan teka teki silang ini akan sangat terbantu dengan keberadaan kamus. Mengingat, pertanyaan dalam permainan teka teki silang hampir selalu terkait dengan kosakata. Terlebih ketika siswa harus membuat sendiri permainan teka teki silang. Untuk menyusun daftar pertanyaan yang harus diberikan pada teka teki silang yang dibuatnya, mau tidak mau siswa harus membuka kamus. Hal ini menjadikan interaksi siswa dengan kamus menjadi lebih intens.

Selain berguna untuk mengenal dan mengingat kosakata serta menambah pengetahuan umum, media teka teki silang juga memberikan kesan santai dan mengasyikkan. Dengan demikian, siswa menjadi tidak merasa terbebani saat belajar. Proses pembelajaran yang asyik dan santai akan membuat materi yang disampaikan pengajar menjadi mudah diserap ke dalam otak sehingga pembelajaran pun menjadi lebih efektif. Selamat mencoba. Salam.##