Arsip Blog

Mencipta Metafor dengan Reproduksi Kata

bekti patria

Sesuai dengan kurikulum yang ada, menulis puisi merupakan bagian yang tidak dapat dilepaskan dari pengajaran bahasa dan sastra Indonesia di SMA. Namun, kenyataan di lapangan, kegiatan ini sering menemui beberapa kendala. Bukan rahasia lagi, di dalam kelas masih banyak (tidak semua) siswa kurang suka pada puisi. Siswa seringkali sudah apriori ketika mendengar kata ’puisi’. Mereka menganggap bahwa puisi itu sesuatu yang sulit untuk dipelajari, apalagi dibuat.

Dalam pembelajaran sastra (menulis puisi) banyak siswa yang merasa akan dihadapkan pada sebuah pekerjaan berat yang sering  menimbulkan rasa was-was, bimbang, ragu karena merasa tidak berbakat. Siswa seringkali blank serta membutuhkan waktu lama ketika ditugasi untuk menulis sebuah puisi. Bahkan ketika waktu yang disediakan telah terlampaui, kadangkala masih ada siswa yang belum bisa menghasilkan sebuah puisi.

Read the rest of this entry

Ada Apa Dibalik Merosotnya Nilai UN Bahasa Indonesia?

Pengumuman kelulusan siswa tingkat SMA/SMK/MA telah disampaikan tanggal 26 April 2010 kemarin. Dan telah kita ketahui bersama, kelulusan siswa tingkat SMA/SMK/MA secara nasional tahun ini mengalami penurunan. Ironisnya, mata pelajaran yang mengganjal kelulusan adalah Bahasa Indonesia. Hal ini mengejutkan sekaligus memprihatinkan banyak pihak. Hingga berita-berita di berbagai media pun ramai membicarakan hal ini.

Memang, di berbagai daerah, seperti Jakarta, Semarang, Medan, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar dan kota-kota lainnya diberitakan bahwa penyebab ketidaklulusan tersebut adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Memang, sangatlah mengherankan bahwa  bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa Indonesia, ternyata saat hal itu dijadikan materi ujian banyak siswa yang tidak lulus. Hal ini terasa aneh dan membuat kita miris. Mengapa siswa kita bisa sangat sempurna dalam mengerjakan soal-soal mata pelajaran bahasa Inggris dan MIPA, tetapi menjadi kelabakan ketika harus berhadapan dengan soal-soal Bahasa Indonesia? Pertanyaan ini tentunya menjadi renungan kita bersama sebagai bahan kajian untuk perbaikan ke depan.

Read the rest of this entry

Sikap dan Pandangan Siswa terhadap Ujian Sekolah

Sikap dan Pandangan  Siswa terhadap Ujian Sekolah

(sedikit catatan dari lapangan)

Ujian Nasional dan Ujian Sekolah memang telah berlalu, bahkan pengumuman kelulusan (tingkat SMA/SMK/MA) pun telah disampaikan tanggal 26 April 2010 ini. Namun, ada hal yang masih mengusik pikiran penulis sehingga mendorong penulis untuk menuangkannya dalam tulisan ini, khususnya berkenaan dengan  Ujian Sekolah.

Ujian Sekolah sebetulnya merupakan kegiatan rutin akhir tahun yang dilaksanakan oleh sekolah. Ujian Sekolah diselenggarakan sebagai ujian akhir bagi siswa dengan materi ujian mata pelajaran yang tidak diujikan secara nasional.

Namun, menurut pengamatan penulis di lapangan, akhir-akhir ini Ujian Sekolah (baik Ujian Praktik maupun Ujian Tulis) seringkali dianggap remeh oleh siswa, dalam arti siswa kurang serius, dan berpandangan bahwa Ujian Sekolah hanyalah formalitas saja.

Berkenaan dengan sikap siswa yang demikian, sebagai pelaku yang berada di lapangan, penulis tidak serta merta menyalahkan sikap siswa. Namun, dengan segala keterbatasan, penulis mencoba mencari penyebab sikap siswa tersebut.

Read the rest of this entry