Naskah Drama

Naskah drama seringkali diperlukan dalam kegiatan pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Untuk itu saya mencoba membantu memberikan naskah drama yang dapat didownload siapa saja yang membutuhkan. Untuk mendownload naskah secara lengkap, silakan klik pada judul.

1. Malam Jahanam (Motinggo Busye)

SOLEMAN MENDEKATI PEREMPUAN ITU. TAPI TANGIS PAIJAH SEMAKIN MENJADI. SOLEMAN PERGI KE GELAP MALAM

SOLEMAN        :           (PERLAHAN) Saya ingat, Jah. Macam begitu tangismu dulu mengisak meminta kepada saya. Sekarang kau menyesal. Buat apa kita menyesal. Saya juga tak pernah menyesal harus jadi jahanam kapiran begini. Ya, tidak karena dalam diri manusia, betapapun kecilnya, ada jahanamnya. Cuma saja ada yang tak sempat dan tak sanggup menjalankan. Dan kita adalah orang yang kebetulan sanggup. Kenapa kita menyesal, Jah?

2. Matahari di Sebuah Jalan Kecil (Arifin C. Noer)

Seumur hidup baru pagi ini saya menjumpainya. Tapi peristiwa semacam ini kerap kualami. Dulu saya percaya ada orang yang betul-betul ketinggalan uangnya tetapi orang-orang sebangsa itu tidak pernah kembali. Seminggu yang lalu saya tertipu dua puluh rupiah. Tampangnya gagah dan meyakinkan sekali, waktu itu ia bilang uangnya tertinggal di rumah. Tapi sampai hari ini pecel yang dimakannya belum dibayar. Benar dua puluh itu tidak banyak, tetapi dua puluh kali sepuluh adalah tidak sedikit. Sekarang saya sudah kapok dan cukup pengalaman…

3. Monumen (Indra Tranggono)

Sebuah Monumen Pahlawan berdiri di tengah kota Banjar Sari. Monumen itu didirikan untuk mengenang jasa pahlawan lokal yang pada masa penjajahan Belanda, gugur dalam pertempuran  di kota itu. Monumen tiu dalam keadaan terlantar, tak terawat. Sehingga justru menjadi seorang gelandangan. Di situ ’bermukim’ Yu Seblak (pelacur senior), Kalur (pencopet), Ajeng (pelacur junior), Karep (gelandangan intelek),dll.

Persoalan muncul ketika Kepala Kota Praja Lama, RM Picis merencanakan memugar monumen tiu, seiring dengan bakal dikabulkannya usulan soal peningkatan status para pahlawan dalam monumen itu, dari pahlawan lokal menjadi pahlawan nasional. Pemugaran itu juga dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan daerah: kelak monumen itu akan dijadikan objek wisata unggulan. Yu Seblak dkk, gelisah, karena terancam terusir dari kompleks monumen itu.

4. Wabah (Hanindawan)

Man, Maman, ini Rusdi Man. Rusdi yang datang. Man, Maman bangun Man, ini Rusdi, Rusdi datang (BERPINDAH TEMPAT, MAMAN MASIH TERTIDUR) Kenapa Maman masih tertidur. Man, penting Man. Rusdi datang kemari karena penting. Ini Rusdi sahabatmu. Teman akrabmu. (BERPINDAH TEMPAT. MAMAN MASIH TERTIDUR) Man, kenapa Rusdi datang kemari, Man, mendadak ingin ketemu Maman, soalnya penting Man. Saya Rusdi datang kemari Karena kehilangan muka, Man. Muka Rusdi hilang. Dicari dimana ya, Man. (BERPINDAH TEMPAT) makanya saya kemari. Karena Maman penjaga, siapa tahu kamu menyimpannya. Besok sebelum pagi, muka itu harus kupakai (MAMAN MASIH TERTIDUR DI MEJA, KUPINGNYA TERSUMPAL RASA KANTUK YANG TIDAK TERKIRA)

5. Bila Malam Bertambah Malam (Putu Wijaya)

Si tua itu tak pernah kelihatan kalau sedang dibutuhkan. Pasti ia sudah berbaring di kandangnya menembang seperti orang kasmaran pura-pura tidak mendengar, padahal aku sudah berteriak, sampai leherku patah. Wayaaaaan ….. Wayaaaaan tuaaaa…..

2 responses to “Naskah Drama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s