Sikap dan Pandangan Siswa terhadap Ujian Sekolah

Sikap dan Pandangan  Siswa terhadap Ujian Sekolah

(sedikit catatan dari lapangan)

Ujian Nasional dan Ujian Sekolah memang telah berlalu, bahkan pengumuman kelulusan (tingkat SMA/SMK/MA) pun telah disampaikan tanggal 26 April 2010 ini. Namun, ada hal yang masih mengusik pikiran penulis sehingga mendorong penulis untuk menuangkannya dalam tulisan ini, khususnya berkenaan dengan  Ujian Sekolah.

Ujian Sekolah sebetulnya merupakan kegiatan rutin akhir tahun yang dilaksanakan oleh sekolah. Ujian Sekolah diselenggarakan sebagai ujian akhir bagi siswa dengan materi ujian mata pelajaran yang tidak diujikan secara nasional.

Namun, menurut pengamatan penulis di lapangan, akhir-akhir ini Ujian Sekolah (baik Ujian Praktik maupun Ujian Tulis) seringkali dianggap remeh oleh siswa, dalam arti siswa kurang serius, dan berpandangan bahwa Ujian Sekolah hanyalah formalitas saja.

Berkenaan dengan sikap siswa yang demikian, sebagai pelaku yang berada di lapangan, penulis tidak serta merta menyalahkan sikap siswa. Namun, dengan segala keterbatasan, penulis mencoba mencari penyebab sikap siswa tersebut.

Menurut penulis, sikap siswa yang kurang serius menghadapi Ujian Sekolah, antara lain disebabkan oleh:

1.   Penentu Kelulusan adalah Ujian Nasional

Telah kita ketahui bersama, selama delapan tahun terakhir (sejak tahun 2003) penentu kelulusan siswa adalah UJIAN NASIONAL. Meskipun disebutkan bahwa ujian nasional hanyalah merupakan salah satu kriteria penentu kelulusan, pada kenyataannya hampir tidak ada sekolah yang berani tidak meluluskan siswa dengan mengacu pada nilai ujian sekolah. Artinya jika nilai ujian nasionalnya sudah lulus, maka siswa tersebut harus lulus. Kriteria penentu kelulusan yang lain, yaitu ujian sekolah (praktik dan tulis), kehadiran siswa, dan perilaku siswa bisa menyesuaikan.

2.   Jadwal Pelaksanaan Ujian Sekolah

Beberapa tahun terakhir, Ujian Sekolah dilaksanakan setelah siswa menempuh ujian nasional. Hal ini terjadi karena jadwal ujian nasinal dari pusat selalu dimajukan. Hal ini sangat berpengaruh bagi siswa. Secara psikologis, tidak dimungkiri Ujian Nasional memberikan dampak yang luar biasa bagi siswa, karena bisa dikatakan sebagai faktor utama penentu kelulusan. Berbagai persiapan dilakukan oleh siswa, sekolah, dan keluarga. Hampir seluruh energi siswa difokuskan untuk persiapan menempuh ujian nasional tersebut, hingga mencapai puncaknya, yaitu saat pelaksanaan ujian nasional itu sendiri. Lalu, ketika selesai menempuh ujian nasional siswa harus menempuh ujian sekolah, energi mereka seolah-olah sudah habis, sudah loyo. Otak mereka sudah lelah untuk diajak berpikir. Hal ini berbeda dengan era 90-an, yang jadwal ujian sekolah (dulu disebut EBTA) mendahului ujian nasional (dulu disebut EBTANAS).  Ujian sekolah yang dilaksanakan sebelum ujian nasional sesungguhnya dapat dipakai sebagai pemanasan sebelum menempuh ujian nasional.

3.   Jadwal Ujian Masuk (UM) Perguruan Tinggi Negeri

Telah kita ketahui bersama, beberapa tahun terakhir hampir semua perguruan tinggi negeri melaksanakan ujian masuk secara mandiri dengan berbagai jalur yang ditawarkan. Jadwal Ujian Masuk itu sendiri dilaksanakan jauh-jauh hari sebelum SNMPTN, bahkan sebelum siswa menempuh ujian akhir (nasional maupun sekolah). Yang membikin ruwet, jadwal Ujian Masuk PTN yang bersamaan dengan pelaksanaan ujian sekolah, seperti yang terjadi tahun ini. Pihak sekolah sendiri menjadi serba salah. Jika siswa diharuskan tetap mengutamakan ujian sekolah, maka kesempatan siswa untuk masuk PTN ternama jadi hilang. Sebaliknya, jika siswa diizinkan mengikuti ujian masuk PTN, maka ujian sekolah lagi-lagi harus dinomorsekiankan. Akhirnya, banyak siswa yang harus mengikuti ujian sekolah susulan (baik praktik maupun tulis) karena pada saat yang bersamaan mereka harus mengikuti ujian masuk PTN.

Hal-hal tersebut di ataslah yang menurut penulis sangat mempengaruhi sikap siswa terhadap keberadaan ujian sekolah. Demikianlah sedikit hal yang dapat penulis sampaikan, sesuatu yang menyesak di pikiran. Semoga ini sekaligus sebagai bahan berbagi, mungkin demikian pula yang terjadi di sekolah pembaca sekalian. Dan siapa tahu dibaca pula oleh mereka-mereka, para pembuat kebijakan.

Madiun, 27 April 2010 (bekti patria)

2 responses to “Sikap dan Pandangan Siswa terhadap Ujian Sekolah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s