Ada Apa Dibalik Merosotnya Nilai UN Bahasa Indonesia?

Pengumuman kelulusan siswa tingkat SMA/SMK/MA telah disampaikan tanggal 26 April 2010 kemarin. Dan telah kita ketahui bersama, kelulusan siswa tingkat SMA/SMK/MA secara nasional tahun ini mengalami penurunan. Ironisnya, mata pelajaran yang mengganjal kelulusan adalah Bahasa Indonesia. Hal ini mengejutkan sekaligus memprihatinkan banyak pihak. Hingga berita-berita di berbagai media pun ramai membicarakan hal ini.

Memang, di berbagai daerah, seperti Jakarta, Semarang, Medan, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar dan kota-kota lainnya diberitakan bahwa penyebab ketidaklulusan tersebut adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Memang, sangatlah mengherankan bahwa  bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa Indonesia, ternyata saat hal itu dijadikan materi ujian banyak siswa yang tidak lulus. Hal ini terasa aneh dan membuat kita miris. Mengapa siswa kita bisa sangat sempurna dalam mengerjakan soal-soal mata pelajaran bahasa Inggris dan MIPA, tetapi menjadi kelabakan ketika harus berhadapan dengan soal-soal Bahasa Indonesia? Pertanyaan ini tentunya menjadi renungan kita bersama sebagai bahan kajian untuk perbaikan ke depan.

Sebenarnya, kegagalan/merosotnya nilai UN tersebut tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi/ satu pihak. Namun, kegagalan siswa dalam ujian Bahasa Indonesia ini harus kita lihat dari beberapa sisi, yaitu:

  1. dari sisi siswa

Tidak dimungkiri, selama ini Bahasa Indonesia seringkali dipandang remeh oleh siswa. Masih kuatnya anggapan bahwa Bahasa Indonesia kalah penting daripada mata pelajaran lain. Jadi, untuk apa serius mempelajarinya. Bahkan, ada yang menilai bahwa mereka sejak kecil sudah bisa berbahasa Indonesia sehingga tak perlu repot-repot mendalaminya. Yang lebih parah lagi, generasi muda banyak yang memandang rendah Bahasa Indonesia yang sesungguhnya merupakan jati diri bangsanya sendiri. Kepala Balai Bahasa Yogyakarta (BBY) Tirto Suwondo mengatakan, rendahnya nilai UN bahasa bisa jadi merupakan indikasi menurunnya kepedulian pelajar terhadap bahasa Indonesia (kompas.com, 28/2/2010)

2.     dari sisi guru

Bila dicermati, soal-soal Bahasa Indonesia dalam ujian nasional banyak yang memerlukan penalaran logika dan konteks. Kegagalan  ini bisa jadi disebabkan dalam pembelajaran guru kurang memberikan latihan yang berkaitan dengan penalaran logika dan konteks. Sebab, pada dasarnya Bahasa Indonesia bukan pelajaran hafalan, sehingga untuk memahaminya diperlukan banyak latihan. Terlebih lagi,  alternatif jawaban yang ada hampir mirip dengan yang benar. Pengecohan jawaban membuat siswa banyak yang keliru dalam menjawab. Maka dari itu butuh kecermatan dan ketelitian dalam memahami soal, serta butuh pendalaman lebih dan pelatihan soal berulang. Bila perlu, soal-soal dalam ulangan harian sudah dibiasakan dengan bentuk-bentuk soal seperti ujian nasional sejak siswa duduk di bangku kelas X.

3.     dari sisi soal

Soal-soal ujian nasional Bahasa Indonesia perlu dievaluasi secara menyeluruh. Khususnya untuk soal-soal yang sifatnya apresiatif. Sebab, soal apresiatif memiliki jawaban yang sangat subjektif. Siswa bisa memberikan jawaban beragam. Dalam pembelajaran apresiasi, sesungguhnya tidak ada jawaban yang salah. Maka ketika jawaban siswa dibatasi dengan pilihan, apresiasi menjadi tidak bermakna.

Bahasa Indonesia sesungguhnya bukanlah sesuatu yang sulit, tapi tidak bisa pula dianggap mudah. Bahasa Indonesia penuh logika berpikir. Kuncinya adalah harus cermat membaca soal. Parahnya kebiasaan membaca siswa kita sangat rendah. Siswa lebih suka berpikir praktis dan instan. Kecermatan membaca soal dapat dilatih dengan membiasakan diri untuk sering membaca, dengan demikian kebiasaan untuk menelaah akan terbiasa. Sehingga tidak akan kesulitan jika berhadapan dengan soal yang berupa bacaan-bacaan yang memerlukan penalaran. Untuk itu kebiasaan membaca harus tetap senantiasa ditanamkan pada siswa.

Demikianlah yang dapat penulis sampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap hasil ujian nasional, khususnya mata pelajaran Bahasa Indonesia. Semoga dapat menjadi bahan evaluasi kita bersama dan memberikan manfaat bagi pembaca. (bekti patria)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s