Mengasah Kemampuan Menulis melalui Lomba

Bagi orang yang tak terbiasa melakukannya, menulis adalah kegiatan yang sangat sulit. Apalagi bagi orang yang belum pernah melakukannya. Pasti seseorang akan lebih suka ngobrol, chatting, mendengarkan musik favorit, bermain game, atau nonton televisi, daripada harus menulis. Padahal, kita semua tahu bahwa menulis merupakan aktivitas kreatif yang memiliki banyak manfaat. Menulis bisa menjadi sarana berbagi pengalaman dan berbagi pengetahuan.  Dari tulisan, orang juga dapat hidup abadi melalui karyanya.  Sebagaimana pernah dikatakan penulis besar kita, Pramoedya Ananta Toer, bahwa Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dari masyarakat dan sejarah. Sebut saja Sutan Takdir Alisyahbana, Chairil Anwar, Hamka, dan Muhammad Hatta sampai sekarang pun tetap abadi melalui hasil tulisan mereka.

Menulis sesungguhnya merupakan aktivitas yang sangat sederhana, tidak memerlukan banyak biaya. Tinggal duduk memegang kertas dan pena atau duduk di depan komputer atau laptop. Di samping itu, setiap orang sebetulnya bisa menulis, asal mau memulai. Hal ini karena menulis merupakan sebuah keterampilan, bukan bakat yang dibawa sejak lahir. Menulis dapat dipelajari dan dilatihkan. Hanya saja, untuk memulai kegiatan menulis memang tidak gampang, meski sebenarnya juga tidak sulit. Semakin sering seseorang belajar dan berlatih, maka bisa dipastikan akan semakin terampil. Jadi, setiap orang bisa menulis asalkan mau memulainya. Ya, memulai menyusun kata demi kata, kalimat demi kalimat menjadi sebuah tulisan. Tentu saja modal banyak membaca tak bisa diabaikan sebab membaca merupakan bahan bakar untuk menulis.

Kegiatan menulis dapat dimulai dengan menuliskan apa saja yang melintas di kepala, yang didengar, yang dilihat, yang dirasakan, yang dibaca, dan sebagainya. Abaikan dulu tentang bagaimana hasil tulisannya nanti. Ya, menulis memerlukan keberanian. Keberanian melawan ketakutan akan hasil tulisan, juga keberanian melawan kemalasan yang seringkali menghambat perjalanan. Harus ada kemauan yang kuat dan komitmen dalam diri sendiri untuk mulai menulis, dan terus menerus menulis. Ya, menulis merupakan sebuah proses yang membutuhkan  kesabaran dan ketekunan untuk mengasahnya.

Salah satu cara untuk mengasah kemampuan menulis adalah dengan mencoba mengikuti berbagai lomba penulisan. Dengan mengikuti lomba yang diadakan di berbagai organisasi atau instansi, seseorang dapat mengasah kemampuannya untuk belajar  menulis. Berbagai bentuk tulisan yang ditawarkan dalam lomba bisa dicoba. Mulai dari karya tulis ilmiah, esai, cerpen, cerpelai,  fiksimini, atau pun puisi. Dengan mengikuti lomba, seseorang juga bisa melihat bagaimana tulisan yang berkualitas, mencari pengalaman dari teman yang sering menulis, mendapatkan suntikan semangat untuk menulis. Selain itu, seseorang juga mengetahui bagaimana trik-trik  menulis yang baik.

Manfaat lain dari mengikuti lomba menulis adalah seseorang menjadi seolah-olah ‘dipaksa’ untuk menulis. Hal ini terkait dengan ‘deadline’ yang selalu menyertai setiap lomba. Ya, deadline inilah poin yang layak untuk dijadikan “paksaan”. Barangkali banyak dari kita (termasuk saya) yang sering dihinggapi rasa malas ketika akan menulis. Padahal, banyak ide yang melintas di kepala. Bahkan ketika sudah berniat menulis secara rutin, rasa malas itu tak jarang selalu mengikuti. Terlebih di saat beban pekerjaan  atau tugas sedang banyak. Nah, dengan adanya ‘deadline’ ini, mau tidak mau kita dipaksa untuk segera memulai menulis. Tak perlu berkecil hati atau tidak percaya diri. Urusan menang atau kalah bisa menjadi nomor sekian. Yang terpenting adalah dengan mengikuti lomba, kita dipaksa untuk menghasilkan/menyelesaikan sebuah tulisan. Kita dipaksa melawan kemalasan. Kalau pun tidak menang, kita sudah menang melawan kemalasan itu sendiri. Bukankah demikian? Jadi, tunggu apa lagi, segeralah mencari informasi lomba menulis yang ada saat ini, dan mulailah menulis.###

3 responses to “Mengasah Kemampuan Menulis melalui Lomba

  1. assalamu’alaikum…apa kabar bu…??
    salut saya sama ibu yang memotivasi semua orang untuk menulis…
    jadi ingat 6 tahun yang lalu waktu diajar sama ibu ^^
    saya suka menulis bu, tapi terkadang bingung untuk menuangkan berbagai pengalaman hidup yang saya dapatkan..makanya saya salut dengan orang2 yang hobi menulis dan membaca…

    • wah, mantan siswa SMAN 2 ya? syukur bisa bertemu, meski hanya di dunia maya.
      saya juga masih terus belajar menulis. jangan ragu untuk memulai menulis. teruslah berlatih sebab menulis adalah proses yang harus diasah terus menerus. manfaatkan blog yang sudah dimiliki.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s