Nilai-nilai Lokal yang Kian Tergerus Zaman

Perkembangan zaman dewasa ini membawa pengaruh besar bagi kehidupan manusia. Kemajuan teknologi informasi menjadikan dunia seolah nyaris tanpa batas. Peristiwa yang terjadi di suatu tempat, dalam waktu beberapa detik sudah dapat diketahui di belahan tempat lain yang jaraknya ribuan kilometer bahkan lebih. Demikian pula budaya dan pengaruh-pengaruh dari suatu negara dapat dengan mudah masuk ke negara lain. Tak terkecuali Indonesia.

Berbagai pengaruh global, melalui berbagai media informasi masuk ke Indonesia dan mempengaruhi kehidupan kita tanpa mampu kita hambat, baik positif maupun negatif. Pengaruh luar tersebut jika dibiarkan tanpa kendali akan menggusur nilai budaya setempat atau lokal, yang pada akhirnya bukan tidak mungkin menjadi hilang dari permukaan bumi.

Kenyataan yang dapat kita lihat sebagai akibat dari semakin tergerusnya nilai budaya setempat atau lokal adalah posisinya yang semakin terpinggirkan, terutama di mata generasi muda. Masyarakat Indonesia menganggap nilai budaya tradisional adalah sesuatu yang kuno dan ketinggalan zaman serta sudah tidak mampu untuk bersaing di tengah-tengah persaingan global. Masyarakat Indonesia menganggap bahwa segala sesuatu yang datang dari luar adalah lebih baik dan harus diikuti bahkan dijadikan pegangan hidup sehari-hari. Mulai dari makanan, pakaian, bahasa, pemberian nama, cara bergaul, model rambut, dan masih banyak lagi gaya hidup luar yang diserap habis-habisan oleh masyarakat Indonesia. Padahal, dalam kenyataannya tidak semua nilai dari luar tersebut positif, tetapi banyak pula nilai-nilai luar yang negatif dan bertentangan dengan norma dan nilai budaya lokal. Parahnya, budaya negatif inilah yang mudah dan banyak ditiru oleh masyarakat Indonesia.

Penggerusan nilai budaya setempat atau lokal dapat kita lihat dari semakin menggejalanya budaya negatif yang terjadi di tengah masyarakat, terutama di kalangan generasi muda, diantaranya :

1.   Hilangnya budaya musyawarah dalam penyelesaian masalah. Perilaku kekerasan dan pengrusakan seolah sudah menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Pengrusakan dan penjarahan terhadap hak orang lain seolah menjadi bagian yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sebagian kelompok masyarakat dalam melampiaskan kekesalannya, bahkan tidak sedikit nyawa orang lain jadi sasaran. Musyawarah yang merupakan nilai budaya lokal yang dulu sering digunakan masyarakat untuk menyelesaikan masalah kian ditinggalkan.

2.   Menurunnya  rasa  bangga  dan  rasa  memiliki  terhadap lingkungan tempat dimana mereka tumbuh dan berkembang. Perilaku ini tampak dari menurunnya rasa peduli sebagian masyrakat kita terhadap lingkungan sekitar. Pada diri mereka tumbuh anggapan bahwa sesuatu yang datang dari luar lebih baik, sedangkan nilai budaya yang ada di lingkungannya dianggap ketinggalan zaman.

3.   Semakin  melunturnya   semangat  kebersamaan  dan  gotong   royong  pada masyarakat karena semakin tergeser oleh nilai individualis dan nilai materialis. Segala sesuatu diukur dengan ukuran materi atau uang.

Kenyataan tersebut hendaknya menyadarkan kita akan pentingnya mentransformasikan nilai-nilai budaya lokal kepada generasi berikutnya agar nilai-nilai tersebut tidak menguap ditiup oleh perkembangan zaman. Kita tentu tidak ingin nilai-nilai budaya lokal yang positif tersebut hilang ditelan zaman. Upaya melestaraikan nilai-nilai budaya lokal tentu saja menjadi pekerjaan rumah kita bersama bila menginginkan keberlangsungan nilai-nilai luhur bangsa ini tetap ada. Salam##.

One response to “Nilai-nilai Lokal yang Kian Tergerus Zaman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s