Mendulang Hikmah dari Peristiwa Kehidupan

kang sodrunJudul Buku  : Kang Sodrun Merayu Tuhan
Penulis        : Yazid Muttaqin
Penerbit      : Tinta Medina
Tahun          : 2014
Tebal            : 242 halaman

Sebagai makhluk sosial, keberadaan manusia tidak bisa lepas dari manusia lain. Antara manusia yang satu dengan manusia lain saling bergantung dan saling melengkapi. Oleh karena itu, Islam menganjurkan menjalin hubungan baik tidak hanya dengan Yang Maha, tetapi juga dengan sesama. Bahkan hubungan baik dengan sesama dapat menjadi jalan untuk menjalin hubungan baik dengan Yang Maha. Buku Kang Sodrun Merayu Tuhan ini mencoba mengungkapkan hal itu.

Secara garis besar, buku ini menebarkan kesalehan sosial dan hikmah filosofis tentang hakikat kehidupan. Berisi ilustrasi kehidupan seorang hamba yang dikemas dalam bentuk cerita yang mengalir. Melalui tokoh cerita bernama Kang Sodrun, penulis mencoba merekam pengalaman-pengalaman reflektif dan penuh hikmah. Nama tersebut terkesan Jawa, ndeso, dan merakyat, sehingga cerita-cerita yang disampaikannya nampak sangat dekat dan nyata. Kang Sodrun hanyalah orang biasa, tak ada yang luar biasa pada dirinya. Ia sungguh merasa dirinya bukan siapa-siapa. Hidup dan kehidupannya pun ia jalani sebagaimana orang-orang biasa menjalaninya.

Pembaca diajak Kang Sodrun untuk belajar dari Mbah Ngis, perempuan tua yang memberi pendidikan luhur lewat sebungkus bakwan dan tempe goreng. Kang Sodrun juga tak segan menggali ilmu dari Mbah Darmo dan Mbok Jumi’ah, pedagang nasi bungkus yang rela menyisihkan penghasilannya yang tak seberapa demi menjadi tamu Sang Rahman. Juga belajar dari Mbah Rajim dan seorang pedagang asongan yang keduanya ia sebut sebagai guru jalanan. Melalui perilaku-perilaku yang sering kali dianggap remeh dan sepele, Kang Sodrun berusaha mendekati Tuhannya. Merayu Tuhannya.

Melalui kisah-kisah yang disajikan, Kang Sodrun membagikan berbagai pengalaman hidupnya yang tinggal di lingkungan yang sederhana. Kejutan kejutan dalam perjalanan hidupnya sangatlah menarik untuk diikuti, bahkan beberapa perlu diteladani. Di satu sisi anda bisa tertawa karena lucunya tingkah Kang Sodrun, di sisi lain juga bercucuran air mata karena pengalaman beliau yang menggetarkan hati. Dibalut dengan kehidupan Jawa dan Islam yang kental memperkuat ilustrasi kehidupan muslim Jawa dalam buku ini.

Beragam pelajaran hidup yang dapat dipetik dari buku ini. Di antaranya bahwa untuk mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya, ternyata tidak cukup hanya menerima uluran Tuhan, tapi juga uluran tangan kita untuk berbagi dan berkurban kepada sesama. Buku ini juga menjadi pengingat lupa seorang hamba kepada Tuhannya. Isinya dapat menjadi bahan refleksi bagi pembaca untuk berbenah diri. Sejauh manakah kehadiran kita mengingat Tuhan? Dan, apa fungsi kehidupan selama ini, selain sekadar mencari kesenangan duniawi? Dikemas dengan bahasa santai dan mudah dicerna, tentu menjadikan pembaca akan mudah memahami pesan-pesan yang sengaja dibawa Kang Sodrun untuk semesta. Salam.##

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s