Bentuk Baku Kata Berimbuhan

13702719461546589075 Manakah yang benar antara memerkarakan dan memperkarakan? Apakah memesona atau mempesona? Memercayai atau mempercayai? Memerkosa atau memperkosa? Bagaimana pula dengan memunyai dan mempunyai, mana yang benar menurut kaidah baku tata bahasa Indonesia?

Beberapa kata dalam bahasa Indonesia mengalami sedikit perubahan ketika mendapatkan imbuhan, terutama awalan (prefiks). Perubahan ini sebetulnya memiliki kaidah tertentu. Hanya saja, banyak pemakai bahasa Indonesia yang kurang memerhatikan, bahkan enggan membuka kamus Bahasa Indonesia untuk mengetahui bentuk-bentuk yang benar dan baku. Berikut ini disajikan beberapa bentuk baku kata-kata yang mendapatkan imbuhan.

memedulikan

pe·du·li v mengindahkan; memperhatikan; menghiraukan: mereka asyik memperkaya diri, mereka tidak — orang lain yg menderita;
me·me·du·li·kan v mengindahkan; menghiraukan; memperhatikan; mencampuri (perkara orang dsb): orang tua itu suka ~ orang lain;
ke·pe·du·li·an n perihal sangat peduli; sikap mengindahkan (memprihatinkan);
~ sosial sikap mengindahkan (memprihatinkan) sesuatu yg terjadi dl masyarakat

memesona

pe·so·na n 1 guna-guna; jampi; mantra (sihir): dukun itu membuat (mengenakan) — kpd gadis itu; 2 daya tarik; daya pikat: senyum gadis itu penuh –;
me·me·so·na v sangat menarik perhatian; mengagumkan: tari-tarian Minang klasik dng pakaiannya yg cemerlang sungguh ~;
me·me·so·nai v membuat (seseorang) supaya kena pesona;
me·me·so·na·kan v 1 mengenakan pesona (kpd); menjampi; 2 mengagumkan; memukau: tari-tarian Sunda modern telah ~ para penonton;
ter·pe·so·na v 1 kena pesona (guna-guna); 2 terkena daya tarik; sangat terpikat (tergiur) hatinya; terkagum-kagum: saya ~ oleh pemandangan seindah itu

Kata dasarnya {pesona}, yang diberi awalan {meM-}. Dalam morfologi, variasi prefiks {me-} antara lain adalah {mem-}, {men-}, dan {meng-}.
Engkau mungkin masih mengingat pelajaran bahasa Indonesia di bangku sekolah: bila awalan {me-} dibubuhkan pada kata-kata dasar yang berfonem pertama /k/, /p/, /s/, atau /t/, maka huruf pertama kata itu akan melumer menjadi bunyi nasal /ng/, /m/, /ny/, dan /n/, terkecuali fonem kedua kata itu berupa konsonan (seperti produksimemproduksi; kritikmengkritik).
Alhasil, seperti tersurat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, bentukan yang benar dari {meM-} + {pesona} adalah memesona, bukan mempesona. Fonem pertama /p/ pada {pesona} melumer menjadi /m/.

memerkosa

per·ko·sa, me·mer·ko·sa v 1 menundukkan dng kekerasan; memaksa dng kekerasan; menggagahi; merogol: ~ negeri orang; laki-laki bejat itu telah ~ gadis di bawah umur; 2 melanggar (menyerang dsb) dng kekerasan: tindakan itu dianggapnya ~ hukum yg berlaku; negara itu dicap sbg negara yg ~ hak asasi manusia;
pe·mer·ko·sa n orang yg memerkosa;
pe·mer·ko·sa·an n 1 proses, perbuatan, cara memerkosa; 2 ki pelanggaran dng kekerasan

Penjadian kata berimbuhan ini persis seperti kasus memesona, yaitu dengan afiks {meM-}. Kata dasarnya {perkosa}. Jadi, penulisan yang benar adalah memerkosa seperti dimuat dalam KBBI, bukan memperkosa.

mentransfer

trans·fer 1 v pindah atau beralih tempat; 2 n Olr pengalihan pemain ke perkumpulan lain dng imbalan uang;
men·trans·fer v 1 memindahkan (mengalihkan) sesuatu dr satu tempat ke tempat lain atau dr seseorang ke orang lain; 2 menyerahkan atau mengalihkan (hak milik, uang, dsb) kpd orang lain: membukukan kredit atau ~ ke luar negeri hanya boleh dilakukan oleh bank; 3 mengirim

memengaruhi

pe·nga·ruh n daya yg ada atau timbul dr sesuatu (orang, benda) yg ikut membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatan seseorang: besar sekali — orang tua thd watak anaknya;
ber·pe·nga·ruh v 1 ada pengaruhnya; mempunyai pengaruh: keadaan rumah tangga sangat ~ thd perkembangan watak anak-anak; 2 berkuasa: ia seorang yg kaya dan sangat ~ di negeri itu;
me·me·nga·ruhi v 1 berpengaruh pd: keadaan batin seseorang akan ~ daya kerjanya; 2 mengenakan pengaruh pd: calo itu berusaha ~ wanita itu agar ia mau menjual mutiaranya;
ter·pe·nga·ruh v terkena pengaruh

memercayai

per·ca·ya v 1 mengakui atau yakin bahwa sesuatu memang benar atau nyata: — kpd ceritanya; — akan kabar itu; 2 menganggap atau yakin bahwa sesuatu itu benar-benar ada: — kpd barang gaib; 3 menganggap atau yakin bahwa seseorang itu jujur (tidak jahat dsb): beliau tidak — lagi kpd Amir; 4 yakin benar atau memastikan akan kemampuan atau kelebihan seseorang atau sesuatu (bahwa akan dapat memenuhi harapannya dsb): — kpd diri sendiri;
— angin percaya yg sia-sia;
me·mer·ca·yai v 1 menganggap benar atau nyata; mengakui benar atau nyata: ia tiada ~ segala kata dan keterangan saksi itu; 2 mengharapkan benar atau memastikan (bahwa akan dapat memenuhi harapannya dsb): ia ~ anak buahnya untuk membayar biaya pemasangan telepon;

Penulisan kata yang benar menurut KBBI adalah memercayai, bukan mempercayai. Prosesnya mirip dengan memesona dan memerkosa.
Kata dasar {percaya} diberi gabungan afiks {me-i}, yakni awalan {meM-} dan akhiran {-i}. Dalam kasus kata percaya, prefiks {me-} menjadi {meM-} → /M/ didapat dari pelumeran /p/ pada {percaya}. Jadiannya, memercaya, kemudian ditambahkan dengan akhiran {-i}, dan akan menghasilkan bentuk memercayai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s