Belajar Menulis Fiksi bersama Gol A Gong

Drs. Heru Patriawan (Kepala SMAN 2 Madiun), Gol A Gong, dan Tias Tatanka

Menulis, bagi sebagian orang merupakan hal yang mudah. Namun, bagi sebagian yang lain menulis bisa menjadi sesuatu yang sangat susah. Kadang ide sudah didapat, tapi tak mudah menjabarkannya menjadi sebuah tulisan.

Namun demikian, bukan berarti menulis tidak bisa dipelajari. Sebab menulis itu bukan bakat, tetapi usaha dan keterampilan yang terus diasah. Dalam bukunya Mengarang Itu Gampang, penulis senior Arswendo Atmowiloto mencoba meyakinkan para pembaca bahwa sebenarnya kegiatan menulis atau mengarang itu tidak sesukar yang dibayangkan orang. Asalkan: orang yang mau menulis atau mengarang tersebut benar-benar punya kemauan dan memaksa diri sendiri untuk menulis, menulis, dan terus menulis!

Seperti halnya menyanyi, menulis bisa dipelajari dan dilatih, asal mau langsung terjun menulis untuk berlatih, berlatih, dan berlatih.  Menulis juga bisa dilakukan siapa pun dengan profesi apapun. Menulis juga merupakan kegiatan intelektual setelah membaca. Kegiatan membaca dan menulis akan menunjukkan kualitas intelektual seseorang. Melalui bukunya Jangan Mau Gak Nulis Seumur Hidup, Gol A Gong juga memprovokasi dan memberikan kiat-kiat khusus kepada pembaca untuk menulis. Buku-buku teori tentang menulis memang banyak, tapi semua itu tak akan ada artinya jika tidak langsung mulai mencoba menulis.

Baca lebih lanjut

Balada Si Roy: Pengembaraan Pencarian Identitas

BALADA SI ROY: Pengembaraan Pencarian Identitas

Tadinya kisah ini tidak akan aku tulis. Jangankan untuk mengulanginya, mengenangnya pun aku takut. Tapi, akhirnya dengan pertimbangan dan kemungkinan, ternyata sesuatu yang sia-sia itu masih bisa ada harganya. Ini tidak lain agar orang-orang yang mencintai kehidupan bisa bercermin lewat kisah ini (h. 12)

Itulah baris-baris kalimat yang dituliskan pengarangnya, Gol A Gong, untuk mengawali seri pertama serial cerita dalam bundel Balada Si Roy ini.

Bagi remaja di akhir era 80-an atau awal 90-an yang gemar membaca, pasti mengenal serial Balada Si Roy (BSR) ini. Ya, serial yang dimuat di Majalah Remaja HAI yang terbit mingguan [tahun 1989 – 1992]. Serial ini mendapat tempat di hati para pembacanya waktu itu [termasuk saya], hingga akhirnya pernah pula diterbitkan dalam bentuk buku (10 jilid) oleh Penerbit Gramedia Pustaka Utama. Serial BSR ini begitu menginspirasi pembacanya. Kalimat-kalimat yang ada di dalamnya seolah mampu memengaruhi, bahkan membantu pembaca untuk bergerak mengubah wawasan hidupnya. Dan kini, kesepuluh jilid itu diterbitkan kembali dalam satu bundel [kertas HVS, 672 halaman, jilid hard cover] oleh Gong Publishing.

Baca lebih lanjut