Sastra, Imajinasi, dan Kreativitas

bukusastra-bektipatria2Sastra sesungguhnya sangat dekat dengan kehidupan manusia. Sastra barangkali juga hadir bersamaan dengan hadirnya manusia. Di samping itu, sastra juga ada hampir di seluruh belahan dunia, sebab sastra selalu menghadirkan masalah-masalah seputar kehidupan manusia. Namun demikian, membaca dan mengakrabi sastra sepertinya belum menjadi bagian dari kehidupan manusia. Hal ini dilatarbelakangi oleh anggapan bahwa mengakrabi sastra hanyalah kegiatan yang membuang-buang waktu karena sastra hanyalah karya fiksi yang penuh angan-angan kosong atau ilusi. Selain itu, ada pula yang beranggapan bahwa sastra itu adalah sesuatu yang rumit, berat, dan sulit dipahami.

Padahal, bila dicermati banyak hal yang dapat diperoleh dari menggauli karya-karya sastra. Di antaranya adalah dapat memperkaya imajinasi. Mengapa demikian? Tentu karena sastra lahir dari imajinasi. Ya, karya sastra merupakan hasil renungan pengarang terhadap kehidupan yang dilihat atau dirasakannya, untuk kemudian diolah dengan imajinasi kreatifnya. Imajinasi dalam sastra bukan khayalan belaka. Imajinasi dalam sastra berpijak dari kehidupan manusia. Hal ini terlihat bahwa dalam sastra sering menampilkan latar kehidupan nyata

Imajinasi bukanlah sesuatu yang harus dihindari, tetapi justru harus dikembangkan dan diperkaya. Sebab, dengan imajinasi, seseorang akan membayangkan hal-hal baru, penemuan-penemuan baru, dan kemudian berusaha untuk dapat mewujudkannya. Akhirnya, melalui imajinasi lahir ide-ide kreatif. Bukankah para penemu-penemu terdahulu awalnya juga dari berimajinasi? Sekadar contoh, penemu pesawat terbang, penemu lampu pijar, penemu telepon, dan sebagainya. Bahkan, mungkin hampir semua penemuan-penemuan modern selalu berawal dari imajinasi. Melalui imajinasi, seseorang akan melakukan tindakan-tindakan kreatif untuk mewujudkan imajinasinya. Dapat dipastikan kreativitas mereka tidak akan muncul tanpa diawali dengan berimajinasi. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya sebuah imajinasi.

Sastra memang penuh imajinasi. Namun, imajinasi berbeda dengan angan-angan kosong. Imajinasi tidak lepas dari kenyataan. Imajinasi hadir sebagai bayangan, impian, atau harapan tentang sesuatu yang diidealkan. Karena itu, dalam sastra sering dijumpai pesan atau nilai-nilai kehidupan yang bermanfaat bagi pembaca. Dalam sastra sering pula ditemukan ide-ide kreatif dari pengarang yang memperkaya pengetahuan pembaca.

Buku-buku sastra memberikan atau menyediakan kekayaan imajinasi, melatih kepekaan pikiran, hati dan perasaan akan segala hal yang terkait dengan peri kehidupan. Dengan kekayaan imajinasi orang akan menjadi kreatif. Dan dengan daya kreativitas seseorang akan selalu tergerak untuk mencari dan mengadakan upaya penemuan karya baru yang kreatif. Orang yang kreatif selalu punya dorongan-kecenderungan untuk menemukan sesuatu karya baru yang berbeda dengan apa yang sudah ada, yang tak sama dengan hal kebanyakan atau yang sudah umum, untuk memperbarui pandangannya terhadap kehidupan. Imajinasi mendorong seseorang untuk selalu berani bertanya, melakukan dan mencari penemuan baru.

Minimnya imajinasi pada generasi muda pada akhirnya akan melahirkan generasi tukang. Mereka tidak punya kreativitas, hanya mengikuti pola-pola lama tanpa mampu menciptakan penemuan-penemuan baru. Imajinasi merupakan sumber kreativitas. Dalam sebuah pidatonya, Presiden Soekarno pernah mengatakan bahwa bangsa yang tidak mempunyai imajinasi, tidak mempunyai konsepsi-konsepsi besar. Karena itu, agar tercipta konsep-konsep baru untuk kemajuan bangsa, imajinasi generasi muda harus dikembangkan, yang salah satunya melalui membaca buku-buku sastra.

Sebuah kalimat bijak juga menyatakan “Logika akan membawa anda pada kepastian, tetapi imajinasi akan membawa anda pada ruang tanpa batas.” Nah, tunggu apa lagi, segera baca buku-buku sastra untuk memperkaya imajinasi dan mendorong kreativitas Anda. Salam.##

Iklan

Lomba Kreativitas Ilmiah Guru (LKIG) Ke-19 Tahun 2011

deadline: 13 Agustus 2011

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan AJB Bumiputera 1912 akan menyelenggarakan Lomba Kreativitas Ilmiah Guru (LKIG) Ke-19 Tahun 2011.
LKIG adalah ajang lomba kreativitas bagi guru dalam upaya pengembangan proses pembelajaran guna mempermudah pemahaman ilmu pengetahuan bagi para peserta didik.

TINGKAT DAN BIDANG LOMBA

  • Guru SD/sederajat: umum (salah satu pelajaran)
  • Guru SMP/sederajat dan SMA/sederajat: 2 Bidang yaitu Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan(IPSK) dan Bidang Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Teknologi (MIPATEK)

RANGKAIAN KEGIATAN
18 Agustus 2011 : Registrasi Peserta
19 Agustus 2011 : Presentasi Finalis
20 Agustus 2011 : Audiensi dan Malam Penganugerahan Pemenang
21 Agustus 2011 : Kepulangan Peserta

HADIAH
Piala dan Piagam Penghargaan dari LIPI dan Uang Tunai dari AJB Bumiputera 1912
Hadiah I : Rp 12.000.000,-
Hadiah II : Rp 10.000.000,-
Hadiah III : Rp 8.000.000,-

Baca lebih lanjut